Siak Terima DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar, Istana Siak Dapat Dana Rehabilitasi Rp5,5 Miliar
Pemkab Siak bakal menerima DAK nonfisik bidang pendidikan 2026 sebesar Rp240,4 miliar dan dukungan Rp5,5 miliar untuk rehabilitasi Istana Siak serta Balairung Sri.
riauexpose
Redaksi · Kamis, 23 Juli 2026 · 11:46:46 WIB
Siak Terima DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar, Istana Siak Dapat Dana Rehabilitasi Rp5,5 Miliar
Riauexpose.com SIAK – Angin segar bagi pembangunan di Kabupaten Siak datang dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dipastikan bakal menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar, sekaligus memperoleh dukungan Rp5,5 miliar untuk rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri.
Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak, Riau, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, bersama anggota Komisi X dan jajaran kementerian mitra menjadi momentum strategis bagi Pemkab Siak untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kebudayaan, dan pelestarian cagar budaya.
Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Siak.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Kabupaten Siak menjadi tuan rumah agenda reses pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI.
“Alhamdulillah Kabupaten Siak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya kunjungan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Bersama Komisi X juga hadir para direktur jenderal, direktur, dan jajaran kementerian yang menjadi mitra mereka. Ini menjadi suatu anugerah bagi kami,” kata Afni.
Dia menjelaskan, hasil kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi dunia pendidikan di Siak. Pemerintah pusat memastikan alokasi DAK nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 mencapai Rp240,4 miliar.
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan pendanaan untuk rehabilitasi sejumlah aset daerah, termasuk stadion dan bangunan cagar budaya yang menjadi ikon Kabupaten Siak.
“Alhamdulillah, ini suatu anugerah untuk kita karena kita mendapat DAK nonfisik pendidikan di tahun 2026 ini sebesar Rp240,4 miliar. Selain itu tadi ada juga untuk membantu rehabilitasi stadion lalu untuk membantu rehabilitasi Istana Siak,” ujarnya.
Afni juga bilang, selama ini rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri belum dapat direalisasikan melalui APBD karena keterbatasan anggaran.
Dukungan pemerintah pusat senilai Rp5,5 miliar menjadi harapan baru untuk menjaga kelestarian warisan sejarah tersebut.
“Ini kabar gembira dan kesyukuran bahwa yang tadinya kita membutuhkan anggaran untuk rehabilitasi Istana melalui APBD tetapi belum ada, tahun ini mendapat dukungan pengerjaan sebesar Rp5,5 miliar untuk Istana Siak dan Balairung Sri,” ungkapnya.
Menurut Afni, bantuan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terealisasinya berbagai program prioritas lain yang telah diusulkan Pemkab Siak, khususnya peningkatan kualitas pendidikan serta pelestarian situs-situs budaya.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai Kabupaten Siak memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat bernilai sehingga layak mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan hampir seluruh kementerian mitra Komisi X memberikan respons positif terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan Pemkab Siak, mulai dari revitalisasi sekolah hingga pelestarian cagar budaya.
“Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai,” katanya.
Menurut Hetifah, pelestarian cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat karena memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata nasional.
“Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata,” ujarnya.
Momen kunjungan sehari penuh di Negeri Istana, rombongan Komisi X DPR RI diajak meninjau sekolah, menyusuri kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner khas daerah, hingga menyaksikan berbagai warisan budaya.
Hetifah mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Kabupaten Siak yang dinilai masih terjaga dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Indonesia.
“Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak,” pungkasnya.
Bagikan