Eri Bukit Semprot Akun Tol Cipularang: Fitnah Soal Lapas Pekanbaru!

Eri Bukit Bongkar Narasi Akun “Tol Cipularang”, Sebut Konten Soal Lapas Pekanbaru Sarat Fitnah dan Giring Opini
Kalapas Pekanbaru Yuniarto bersama Komandan KOTI PP Pekanbaru Eri Bukit dalam sebuah acara (istimewa).

Riauexpose.com || Eri Bukit Bongkar Narasi Akun “Tol Cipularang”, Sebut Konten Soal Lapas Pekanbaru Sarat Fitnah dan Giring Opini

Konten TikTok yang beredar dan menyeret nama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru menuai reaksi keras.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Komandan Koti MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru, Eri Bukit, menilai narasi yang disebarkan akun “Tol Cipularang” di media sosial tidak berdasar, sarat fitnah, dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurut Eri Bukit, isi konten tersebut lebih banyak berisi asumsi pribadi dibanding fakta di lapangan.

Eri bahkan menyebut pembuat konten sengaja menggiring persepsi negatif terhadap kegiatan resmi yang dilaksanakan di Lapas Pekanbaru.

“Konten itu bermuatan fitnah dan tidak bermutu. Isinya hanya opini pribadi. Masalah sebenarnya ada pada diri pembuat konten itu sendiri,” tegas Eri Bukit, Selasa (12/05).

Ia juga menyayangkan adanya upaya mengaitkan isu tersebut dengan Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto.

Menurut Eri, agenda kegiatan yang dilaksanakan pihak lapas sangat jelas dan terbuka, bahkan melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum serta awak media.

“Apalagi sampai menyangkut-nyangkutkan Pak Yuniarto. Agenda kegiatannya jelas, tapi pemberitaannya malah berbeda. Ini jelas menyesatkan,” ujarnya.

Eri Bukit juga menegaskan bahwa kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru merupakan bagian dari komitmen pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di dalam lapas.

Sebelumnya, pihak Lapas Pekanbaru menggelar Apel dan Ikrar Bersama yang dipimpin langsung oleh Yuniarto dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BNN, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga awak media sebagai bentuk transparansi.

Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan razia gabungan di blok hunian warga binaan serta tes urine terhadap petugas dan warga binaan guna memastikan lingkungan lapas tetap bersih, aman, dan berintegritas.

Namun begitu di tengah upaya tersebut, muncul konten media sosial yang dinilai membangun narasi berbeda dari fakta kegiatan di lapangan.

Hal itu memicu reaksi dari sejumlah pihak yang menilai informasi tanpa verifikasi dapat memperkeruh suasana dan merusak kepercayaan publik.

Eri mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu benar.

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan narasi liar di media sosial. Cari informasi yang jelas dan terverifikasi agar tidak ikut menyebarkan fitnah,” pungkasnya.

Exit mobile version