SIAK riauexpose.Com– Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk tetap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara penuh pada tahun 2026.
Hal itu sebagaimana ditegaskan Bupati Siak Afni Zulkifli Kamis (12/3).
Pernyataan tersebut disampaikan Afni saat memberikan arahan dalam pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.
Mantan anak buah Siti Nurbaya itu memastikan pembayaran THR ASN akan direalisasikan sebesar 100 persen melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak.
“THR ASN tetap kita bayarkan 100 persen dari APBD Kabupaten Siak,” tegas Afni di hadapan para pejabat dan ASN yang hadir siang itu.
Kendati demikian, Afni menjelaskan bahwa untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), pembayarannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Hal ini mengingat kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi efisiensi anggaran serta berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
Menurutnya, TPP memiliki karakter berbeda dengan THR karena merupakan bentuk penghargaan tambahan atas kinerja pegawai.
“Kalau TPP dibayar sesuai kemampuan atau kekuatan APBD Siak. Di tengah efisiensi dan berkurangnya transfer daerah, TPP tentu harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” jelasnya.
Afni juga mengingatkan para ASN agar terus meningkatkan kinerja dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dia menilai, semakin baik kinerja aparatur, maka peluang untuk memperoleh TPP secara maksimal juga akan semakin besar.
“Kalau ingin TPP penuh, mari bekerjalah dengan giat dan sungguh-sungguh. TPP itu penghargaan atas kinerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Siak itu juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur.
Pergantian jabatan atau perubahan Surat Keputusan (SK), kata dia, merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas organisasi pemerintahan.
Selain membahas kesejahteraan ASN, Afni turut menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk tidak menambah utang baru bagi Kabupaten Siak.
Pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian kewajiban yang sudah ada, termasuk pembayaran kepada para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan.
“Kami bersama Wakil Bupati berikhtiar tidak menambah utang. Fokus kita saat ini adalah membayar kewajiban yang ada,” katanya.
Dia juga bilang, sejumlah kontraktor telah menyampaikan keluhan terkait pembayaran pekerjaan yang belum terselesaikan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar kewajiban tersebut dapat diselesaikan secara bertahap.
“Kasihan kontraktor kita. Mereka sudah bekerja dan mengeluh, bahkan ada yang datang langsung ke kantor,” ungkapnya.
Afni juga mengingatkan bahwa anggaran APBD Kabupaten Siak saat ini digunakan untuk membiayai ribuan pegawai di lingkungan pemerintah daerah, termasuk ASN, PPPK, tenaga kontrak hingga BHL.
Karena itu, ia berharap seluruh aparatur dapat memahami kondisi keuangan daerah sekaligus tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“APBD ini juga untuk membiayai ribuan pegawai di Kabupaten Siak. Karena itu kita harus mengelola anggaran dengan hati-hati agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tutup Afni.















