Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Memaknai Hari Lahir Pancasila: Menjaga Supremasi Hukum dan Keberagaman di Bumi Lancang Kuning

Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila
Ket Foto Keluarga Besar DPD KAI Riau Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila (istimewa).

Oleh: Adv. Dr. Irfan Ardiansyah, SH, MH, CPLA Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Riau

Riauexpose.com || Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia  memperingati Hari Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk merefleksikan kembali fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi arah moral sekaligus landasan konstitusional dalam menjaga persatuan bangsa yang majemuk.

Bagi masyarakat di Provinsi Riau, peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang sangat penting.

Bumi Lancang Kuning merupakan miniatur Indonesia yang dihuni oleh beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Keberagaman tersebut bukanlah ancaman, melainkan kekuatan yang harus dirawat melalui komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan supremasi hukum.

Dalam sudut pandang hukum tata negara, Pancasila bukan sekadar ideologi, melainkan sumber dari segala sumber hukum negara sebagaimana ditegaskan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Seluruh produk hukum, kebijakan publik, hingga praktik penyelenggaraan pemerintahan harus berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya polarisasi yang kerap dipicu oleh sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), masyarakat perlu memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling mencurigai atau memecah belah.

Hal itu Justru dalam keberagaman inilah Pancasila menemukan relevansinya sebagai perekat kehidupan berbangsa.

Riau sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai adat dan toleransi.

Filosofi Melayu yang mengedepankan musyawarah, penghormatan terhadap sesama, serta kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan sejatinya sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Oleh karena itu, menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai praktisi hukum, saya memandang bahwa tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada keberagaman itu sendiri, melainkan pada munculnya berbagai tindakan yang berpotensi merusak kohesi sosial, seperti ujaran kebencian, diskriminasi, intoleransi, hingga penyebaran informasi yang menyesatkan.

Dalam konteks tersebut, hukum harus hadir sebagai instrumen perlindungan bagi seluruh warga negara tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Negara hukum yang demokratis menempatkan setiap warga negara dalam posisi yang sama di hadapan hukum.

Prinsip equality before the law harus menjadi jaminan bahwa hak-hak konstitusional masyarakat terlindungi secara adil.

Tidak boleh ada kelompok yang merasa lebih berhak atau lebih dominan dibanding kelompok lainnya dalam kehidupan berbangsa.

Momen Hari Lahir Pancasila juga harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa, termasuk penyelenggara negara, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sipil untuk terus memperkuat budaya hukum yang berkeadilan.

Hukum tidak boleh hanya dipahami sebagai alat penegakan aturan, tetapi juga sebagai sarana menjaga persatuan dan menciptakan ketertiban sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Di Bumi Lancang Kuning, semangat persatuan harus terus dipelihara melalui dialog, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen bersama untuk menolak segala bentuk intoleransi.

Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga, bukan dipertentangkan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momen untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan seluruh anak bangsa dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Ketika hukum ditegakkan secara adil dan nilai-nilai Pancasila diamalkan secara konsisten, maka kerukunan, keadilan, dan kemajuan akan terus tumbuh di negeri ini.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

Pancasila adalah rumah besar keberagaman Indonesia, dan hukum adalah penjaga keadilan di dalamnya.

Salam “Fiat Justitia Ruat Caelum.”

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png