Riauexpose.com || Jalur lintas Riau–Sumbar tepatnya di kawasan Pendakian 17, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami longsor pada bagian bahu jalan, Jumat (15/5/2026).
Kondisi ini mengancam keselamatan pengendara yang melintas di ruas penghubung utama antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat tersebut.
Pantauan awak media di lokasi, sejumlah warga setempat terlihat berjaga dan berupaya mengamankan area longsor.
Mereka memberikan aba-aba kepada pengendara agar memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik rawan tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Amir, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengatakan longsornya bahu jalan itu terjadi pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini cukup mengkhawatirkan karena longsoran berada tepat di sisi badan jalan yang setiap hari dilalui kendaraan besar maupun kendaraan pribadi.
“Warga berinisiatif menjaga lokasi supaya pengendara hati-hati saat melintas. Kalau tidak segera diperbaiki, longsornya bisa semakin melebar,” ujar Amir kepada awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya petugas dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota di lokasi longsor tersebut.
Sementara itu, Dayat, seorang pengendara asal Riau yang melintas di jalur tersebut berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.
Ia khawatir jika longsor terus meluas, akses utama penghubung Riau dan Sumatera Barat bisa terputus total.
“Kami berharap segera ada penanganan cepat sebelum terjadi kecelakaan atau jalan putus total. Ini jalur vital yang setiap hari ramai dilalui kendaraan,” ungkap Dayat.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Pendakian 17, terutama pada malam hari dan saat hujan turun, karena kondisi tanah di sekitar lokasi dinilai masih labil.















