Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Pelaku Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas, Publik Dukung Ketegasan Polri

Kematian Bahroni, pelaku begal yang menembak mati anggota Polisi saat beraksi di Lampung, menjadi penutup dari rangkaian kekerasan jalanan
Kolase Alm Brigadir Arya Sumpena-anggota Polda Lampung- Anggota DPD KAI Riau M Iqbal SH,. MH,.

Oleh: Muhammad Iqbal SH MH

Anggota DPD KAI Riau

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Riauexpose.com || Kematian Bahroni, pelaku begal yang menembak mati anggota Polisi  saat beraksi di Lampung, menjadi penutup dari rangkaian kekerasan jalanan yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.

Di satu sisi, publik merasa lega karena pelaku berhasil dilumpuhkan hingga tewas.

Namun di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian di lapangan semakin penuh risiko dan ketidakpastian.

Brigadir Anumerta Arya Supena gugur bukan dalam peperangan, melainkan saat menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat dari aksi kriminal jalanan.

Ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap aparat khususnya kepolisian saat ini nyata dan bisa datang kapan dan di mana saja.

Masyarakat tentu memahami bahwa dalam situasi tertentu, anggota Polri di lapangan kerap dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit.

Terlambat mengambil tindakan bisa berujung maut. Seperti halnya yang dialami Alm Brigadir Arya.

Namun begitu, ketika tindakan cepat diambil personel polri di lapangan, sering kali muncul konsekuensi hukum dan tekanan publik yang tidak ringan.

Tak sedikit personel polisi khususnya anggota Reskrim yang bertugas di lapangan harus membayar mahal hingga berujung penjara bahkan PTDH ketika dinilai salah prosedur di lapangan.

Karena itu, diperlukan kepastian hukum dan perlindungan yang jelas bagi aparat dalam menjalankan tugas, selama tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan demi keselamatan masyarakat maupun personel itu sendiri.

Dari sudut pandang lain, kejadian ini juga harus menjadi evaluasi penting bagi seluruh personel kepolisian agar semakin waspada dalam menghadapi pelaku kejahatan di lapangan.

Pola kejahatan jalanan saat ini berkembang semakin brutal, nekat, dan tidak segan melukai bahkan menghilangkan nyawa aparat maupun warga sipil.

Ketegasan aparat terhadap pelaku kejahatan jalanan sejatinya merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

Dukungan masyarakat terhadap tindakan tegas Polri dalam kasus ini menjadi cerminan bahwa masyarakat mendambakan keamanan yang nyata, bukan sekadar rasa tenang yang semu.

Namun demikian, penegakan hukum tetap harus berjalan secara profesional, terukur, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Dari peristiwa tewasnya Brigadir Arya saat menjalankan tugas mulia, dapat diambil hikmahnya bahwa peristiwa ini meninggalkan  pelajaran penting bagi semua pihak.

Kejahatan yang dibiarkan tumbuh akan melahirkan keberanian melawan hukum, sementara aparat yang bekerja di garis depan membutuhkan dukungan, perlindungan, dan kepastian hukum dalam menjalankan tugasnya demi masyarakat.

73 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png