Kisah Arwin AS Membangun Siak Sejak Tahun 2000, Plt Sekda-Bupati

Datuk H. Makmur saat berada di rumah dinas Sekda Siak pada tahun 2000, menjadi salah satu saksi perjalanan awal pemerintahan Kabupaten Siak (Dok: Istimewa).
Penulis: Dolly Sandro
Minggu, 01 November 2026 | 10:40:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM SIAK – Sebelum Kabupaten Siak menjelma menjadi daerah yang dikenal dengan kemegahan Negeri Istana, ada kisah panjang perjuangan di balik pembangunannya.

Awal Tahun 2000 menjadi saksi perjalanan almarhum H. Arwin AS menginjakkan kaki di tanah Siak.

Saat itu, Siak masih berstatus kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, dengan kondisi infrastruktur yang sangat terbatas.

Kala itu, wajah Siak masih jauh dari kemajuan seperti yang kita saksikan hari ini. Jalan-jalan masih berupa tanah, sebagian wilayah bahkan belum tersentuh akses jalan yang layak.

Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan sulit dilalui, sementara keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Di tengah kondisi serba sederhana itulah, para perintis pembangunan di Siak menapaki langkah demi langkah, menyimpan harapan besar agar suatu hari Siak tumbuh menjadi daerah yang maju dan bermartabat.

Namun, di tengah segala keterbatasan itu, Arwin AS mulai menanamkan tekad untuk membangun Siak.

Kisah perjalanan awal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat Siak yang juga Timbalan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Datuk H. Makmur, kepada Riauexpose.com, Minggu (1/11/2026).

Datuk Makmur merupakan salah seorang yang mendampingi Arwin AS ketika pertama kali datang ke Siak pada tahun 2000.

Baginya, kebersamaan dengan almarhum bukan sekadar perjalanan tugas pemerintahan, melainkan menyimpan banyak kenangan dan cerita yang tidak akan pernah terlupakan.

"Saat itu, saya menjabat sebagai Ketua LPM Kelurahan Siak. Saya masih ingat betul, almarhum Arwin AS ketika itu dipercaya Gubernur Riau untuk mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Siak," kenang Datuk Makmur.

Masih kata Datuk makmur, dari situlah kebersamaan mereka bermula. Saya menyaksikan langsung bagaimana beliau mulai menapaki Siak, di tengah segala keterbatasan sebuah kabupaten yang baru dimekarkan.

"Banyak cerita, perjuangan dan kenangan yang masih tersimpan kuat dalam ingatan saya. Waktu boleh berlalu, Siak boleh berubah menjadi daerah yang semakin maju, tetapi jejak perjuangan para perintisnya, termasuk almarhum Arwin AS, tidak akan pernah hilang dari ingatan," ungkapnya.

Pada masa itu, Arwin AS dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Siak pertama.

Sementara itu, pemerintahan Kabupaten Siak dipimpin Penjabat (Pj) Bupati Tengku Rafian, yang bertugas menata pemerintahan setelah Siak resmi dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis.

Datuk Makmur mengenang, kondisi Kabupaten Siak saat itu jauh berbeda dibandingkan sekarang.

Fasilitas pemerintahan masih sangat terbatas. Bahkan, aktivitas pemerintahan belum memiliki gedung dan fasilitas permanen yang memadai.

Salah satu kenangan yang masih melekat adalah rumah kontrakan yang pernah digunakan sebagai tempat tinggal para pejabat Sekda Siak pada masa awal pembentukan pemerintahan daerah.

Rumah kontrakan tersebut pernah ditempati sejumlah Sekda Siak, mulai dari Arwin AS, Khairul Zainal hingga Said Hasyim.

Rumah sederhana itu menjadi saksi sejarah ketika roda pemerintahan Kabupaten Siak mulai dijalankan dengan segala keterbatasan.

“Ini rumah pertama Sekda Siak," katanya sembari melihatkan foto-foto lawas.

Mulai dari Pak Arwin, Pak Khairul Zainal hingga Pak Said Hasyim. Itu rumah kontrakan, sebelum Siak membangun.

Saat itu setiap pembiayaan masih menggunakan anggaran kabupaten induk, Kabupaten Bengkalis, untuk tahun anggaran 2000/2001.

Menurut Datuk Makmur, kondisi tersebut menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi para perintis pemerintahan Kabupaten Siak.

Sebagai daerah otonom baru, berbagai kebutuhan dasar pemerintahan harus dibangun secara bertahap, mulai dari infrastruktur, fasilitas perkantoran hingga penataan administrasi pemerintahan.

Namun begitu, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Arwin AS. Dengan tekad dan kerja keras, almarhum bersama jajaran pemerintahan saat itu mulai meletakkan dasar pembangunan Kabupaten Siak.

Bagi Datuk Makmur, perjalanan awal itu menjadi bukti bahwa kemajuan Siak hari ini tidak hadir begitu saja.

Ada perjuangan, pengorbanan dan kerja keras para tokoh yang sejak awal memilih mengabdikan diri untuk membangun daerah.

Kini, ketika Arwin AS telah berpulang, kenangan tentang langkah pertamanya di Negeri Istana kembali mengemuka.

Rumah kontrakan sederhana dan jalanan tanah yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan pemerintahan awal Siak menjadi catatan bahwa sejarah besar sebuah daerah kerap dimulai dari kesederhanaan.

“Selamat jalan sahabat, pejuang, dan tokoh pembangunan Siak. Jejak langkah serta pengabdianmu telah menjadi bagian dari sejarah Negeri Istana. Waktu boleh berlalu, zaman boleh berganti, tetapi jasa dan perjuanganmu takkan pernah lekang dimakan waktu. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas Datuk H. Makmur.

Reporter: Dolly Sandro