Atasi Banjir di Kabupaten Siak, 4 Sungai Bakal Dinormalisasi

Bupati Siak Afni Zulkifli meminta alat berat bantuan BWSS III Pekanbaru dimanfaatkan untuk normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Siak.
Penulis: Dolly Sandro
Selasa, 22 September 2026 | 14:09:00 WIB

Riauexpose.com SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak mulai mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi ancaman banjir saat musim hujan.

Empat wilayah sungai menjadi perhatian untuk dilakukan pembersihan dan normalisasi dengan memanfaatkan alat berat bantuan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Pekanbaru.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai yang dinilai berpotensi menghambat aliran air serta memicu genangan ketika curah hujan meningkat.

Hal itu disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli saat rapat membahas isu pertanian, perkebunan, dan perdagangan di Zamrud Room, Selasa (22/9/2026).

Afni mengatakan, alat berat bantuan BWSS III saat ini sudah berada di Kabupaten Siak dan mulai digunakan untuk membersihkan Sungai Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit.

Normalisasi Sungai Mengkapan ditargetkan sepanjang 5 kilometer dengan masa pekerjaan sekitar satu bulan.

“Mumpung alatnya ada di Kabupaten Siak, saya minta camat-camat mengusulkan sungai yang perlu dibersihkan. Jangan sampai alat ini menganggur, kita carikan solusi supaya tetap bekerja,” kata Afni.

Setelah pekerjaan di Sungai Mengkapan rampung, alat berat tersebut akan diarahkan untuk melakukan pembersihan sungai di wilayah Mempura dan Sungai Mandau.

Sementara itu, Sungai Sam-Sam di Kecamatan Kandis direncanakan masuk dalam agenda normalisasi pada 2027.

Selain memanfaatkan bantuan alat berat dari BWSS III Pekanbaru, Afni juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung kegiatan pembersihan dan normalisasi sungai.

“Kita coba alokasikan anggaran khusus untuk cuci sungai. Kasihan nelayan kita. Kalau sungai tidak dibersihkan, dampaknya juga bisa menyebabkan banjir,” ujar Afni.

Menurut ketua Nasdem Siak itu, normalisasi sungai menjadi penting karena sejumlah aliran mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan sungai menampung serta mengalirkan debit air, terutama ketika musim hujan.

“Tentu kita berharap pembersihan sungai secara bertahap dapat memperlancar aliran air, menekan potensi genangan, sehingga mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai,” pungkasnya.

Dengan pemanfaatan alat berat secara berkelanjutan, Pemkab Siak berharap program normalisasi sungai tidak hanya menjadi langkah penanganan saat banjir terjadi, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah di negeri istana.

Empat sungai yang masuk perhatian normalisasi bertahap yakni:

  1. Sungai Mengkapan — Kecamatan Sungai Apit, target 5 kilometer.
  2. Sungai di wilayah Mempura — masuk agenda setelah Mengkapan.
  3. Sungai di wilayah Sungai Mandau — menjadi lokasi berikutnya.
  4. Sungai Sam-Sam — Kecamatan Kandis, direncanakan masuk agenda 2027.

Reporter: Dolly Sandro