Riauexpose.com PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swadaya di Provinsi Riau kembali bergerak turun. Untuk periode 16–22 September 2026, penurunan dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) yang menjadi salah satu komponen utama dalam penetapan harga TBS.
Penurunan tertinggi terjadi pada TBS kelapa sawit umur 9 tahun, yang terkoreksi Rp31,22 per kilogram atau 0,79 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, harga TBS sawit umur 9 tahun kini ditetapkan sebesar Rp3.912,24 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr Defris Hatmaja, SP, M.Si, mengatakan koreksi harga tersebut terutama dipengaruhi penurunan harga CPO.
“Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO,” kata Defris, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS, harga penjualan CPO periode ini turun Rp221,76 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga kernel justru mengalami kenaikan sebesar Rp270,84 per kilogram.
Namun, kenaikan harga kernel tersebut belum mampu mengimbangi pengaruh penurunan harga CPO terhadap harga TBS petani di Riau.
Dalam penetapan periode 16–22 September 2026, harga CPO yang digunakan tim berada di level Rp15.750,59 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp14.339 per kilogram.
Adapun Indeks K tetap sebesar 93,34 persen, dengan BOTL 0,93 persen, sementara harga cangkang ditetapkan sebesar Rp24,76 per kilogram.
Rincian Harga TBS Riau 16–22 September 2026
Berdasarkan hasil penetapan Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Riau, harga TBS untuk tanaman umur 3 hingga 30 tahun adalah sebagai berikut:
- Umur 3 tahun: Rp3.028,66/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.378,20/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.625,74/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.765,56/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.850,46/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.897,11/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.912,24/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.871,50/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.806,28/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.731,17/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.645,77/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.581,08/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.528,02/kg
- Umur 26 tahun: Rp3.508,91/kg
- Umur 27 tahun: Rp3.479,38/kg
- Umur 28 tahun: Rp3.423,38/kg
- Umur 29 tahun: Rp3.382,21/kg
- Umur 30 tahun: Rp3.288,12/kg
Harga tertinggi pada periode ini berada pada tanaman kelapa sawit umur 9 tahun, yakni Rp3.912,24 per kilogram.
Mengacu Regulasi Pemerintah
Penetapan harga TBS tersebut menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian PPKS Medanyang telah disepakati dan mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.
Selain itu, penetapan juga mengacu pada Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025tentang Pedoman Umum Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.
Dalam penetapan harga periode ini, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan.
Sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan dalam penetapan merupakan harga rata-rata tim. Apabila terkena validasi kedua, maka digunakan harga rata-rata KPBN.
Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.804 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN sebesar Rp13.960 per kilogram.
Defris mengatakan Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga TBS terus melakukan pembenahan tata kelola agar mekanisme penetapan harga berjalan sesuai ketentuan.
“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau, Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” ujarnya.
Menurut Defris, pembenahan tata kelola tersebut merupakan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau,” katanya.
Ia berharap komitmen tersebut dapat berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani kelapa sawit.
“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, harga TBS Riau periode 16–22 September 2026 mengalami penurunan, dengan koreksi terbesar mencapai Rp31,22 per kilogram pada tanaman umur 9 tahun. Penurunan tersebut terjadi di tengah turunnya harga CPO, meskipun harga kernel mengalami kenaikan.