4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang
Penulis: riauexpose
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:05:28 WIB

Riauexpose.com JAKARTA — Kepergian konglomerat Michael Bambang Hartono pada Maret 2026 tak hanya meninggalkan jejak panjang dalam dunia bisnis Indonesia. Di balik duka tersebut, estafet kekayaan keluarga Hartono kini memasuki babak baru.

Empat anak mendiang Michael Bambang Hartono disebut menerima pengalihan kepemilikan saham dengan nilai sekitar US$2,93 miliar atau setara Rp52,37 triliun per orang.

Nilai fantastis itu berasal dari pembagian saham Michael di perusahaan induk keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), yang menjadi salah satu pemegang saham pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Berdasarkan laporan yang mengacu pada dokumen perusahaan dan pemerintah, sekitar 49 persen saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan telah dialihkan dan dibagi rata kepada empat ahli warisnya.

Dengan demikian, setiap anak memperoleh porsi kepemilikan yang jika dihitung berdasarkan nilai saham tersebut mencapai sekitar Rp52,37 triliun.

Angka tersebut menggambarkan besarnya nilai kekayaan yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, perlu dipahami, nilai Rp52,37 triliun tersebut merupakan estimasi nilai kepemilikan saham, bukan berarti masing-masing ahli waris menerima uang tunai Rp52 triliun.

Nilai kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan disebut mencapai sekitar US$11,7 miliar atau Rp209,12 triliun, jika dihitung berdasarkan nilai kepemilikan perusahaan pada periode tersebut.

PT Dwimuria sendiri merupakan perusahaan induk keluarga Hartono yang memiliki saham pengendali di BCA. Struktur kepemilikan tersebut menjadi salah satu fondasi utama kerajaan bisnis keluarga Hartono.

Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengendali BCA melalui Dwimuria.

Kekayaan keluarga Hartono juga berkembang melalui berbagai sektor usaha, termasuk Djarum, properti, elektronik, perkebunan hingga bisnis digital.

Pengalihan saham kepada empat ahli waris itu pun disebut sebagai salah satu transfer kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Laporan internasional menyebut masing-masing dari empat anak Michael menerima kepemilikan yang nilainya sekitar US$2,93 miliar.

Besarnya angka tersebut semakin mencengangkan jika dibuat dalam perhitungan sederhana.

Misalnya, nilai Rp52,37 triliun dibelanjakan sebesar Rp100 juta setiap hari, maka uang dengan nilai setara tersebut secara matematika baru akan habis setelah sekitar 1.435 tahun.

Artinya, nominal tersebut bukan sekadar angka besar bagi ukuran kekayaan pribadi, tetapi menggambarkan skala aset yang nilainya dapat bertahan lintas generasi apabila dikelola secara produktif.

Michael Bambang Hartono sendiri meninggal dunia pada 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura. Kabar wafatnya dikonfirmasi manajemen Grup Djarum. Ia meninggal pada usia 86 tahun.

Semasa hidup, Michael dikenal bukan hanya sebagai pengusaha besar, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki perhatian pada olahraga bridge. Ia bahkan menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih medali perunggu pada Asian Games 2018.

Kini, setelah kepergiannya, kekayaan yang dibangun selama puluhan tahun mulai memasuki fase suksesi. Empat anaknya menjadi bagian dari generasi penerus yang akan melanjutkan pengelolaan aset dan bisnis keluarga Hartono.

"BACA JUGA" LBH KAI Riau Bakal Kawal Laka Maut Pasutri di Jalintim Pelalawan Pasutri Tewas di Jalintim Pelalawan, Truk Tangki Diduga Rem Blong Dhifla Wiyani Asal Sumbar Disetujui Jadi Hakim Agung Kamar Pidana MA

Reporter: riauexpose