Pencarian

5 Langkah Taktis Presiden Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan

Presiden Prabowo mengambil 5 langkah taktis menangani karhutla di Kalimantan, mulai dari pengerahan 1.500 personel TNI hingga penambahan helikopter water bombing.

riauexpose
riauexpose Redaksi · Minggu, 23 Agustus 2026 · 10:08:06 WIB
5 Langkah Taktis Presiden Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan
5 Langkah Taktis Presiden Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan

Riauexpose.com KALIMANTAN – Presiden Prabowo Subianto mengambil lima langkah taktis untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Langkah tersebut mencakup penambahan 1.500 personel TNI, penguatan operasi darat dan udara, peningkatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penguatan infrastruktur pengendalian kebakaran di lahan gambut.

Lima langkah tersebut dipimpin langsung Presiden Prabowo setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Presiden meminta penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan langsung menyasar titik-titik yang masih terbakar.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla, Prabowo juga menjelaskan pentingnya ketegasan pemerintah daerah dalam menerapkan aturan di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah diminta tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, pemerintah pusat bersama instansi terkait menjalankan lima langkah taktis.

1. Kerahkan 1.500 Personel TNI Tambahan

Pemerintah menambah kekuatan personel dengan mengerahkan sekitar 1.500 prajurit TNI dari luar Pulau Kalimantan.

Tambahan pasukan tersebut terdiri dari tiga batalyon yang dikirim secara bertahap mulai Sabtu hingga Minggu (23/8) pagi.

Kehadiran ribuan personel tambahan diharapkan memperkuat tim yang telah berada di lapangan, khususnya dalam menghadapi titik-titik karhutla yang sulit dikendalikan.

2. Maksimalkan Operasi Pemadaman Darat

Langkah kedua adalah mengoptimalkan operasi pemadaman dari darat.

Personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman manual terhadap titik api yang sulit dijangkau melalui jalur udara.

Operasi darat menjadi bagian penting karena sejumlah kebakaran terjadi di kawasan yang membutuhkan penanganan langsung, terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

3. Tambah Enam Helikopter Water Bombing

Pemerintah juga memperkuat pemadaman dari udara dengan menambah enam unit helikopter berkemampuan water bombing.

Armada tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu sore dan langsung digunakan untuk membantu memadamkan titik api yang memiliki luasan cukup besar.

Penambahan armada udara diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

4. Perbanyak Operasi Modifikasi Cuaca

Presiden Prabowo juga memutuskan untuk meningkatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Potensi awan hujan yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat akan dimanfaatkan untuk mempercepat turunnya hujan di kawasan yang membutuhkan penanganan.

OMC menjadi salah satu strategi untuk membantu membasahi kawasan terdampak karhutla, terutama ketika kondisi cuaca dan luas wilayah kebakaran menyulitkan pemadaman konvensional.

5. Perkuat Infrastruktur Pengendalian Karhutla di Lahan Gambut

Langkah kelima difokuskan pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan mineral.

Pemerintah memperbanyak alat pompanisasi dan bor air untuk membasahi kawasan gambut sekaligus mengantisipasi bara yang masih berada di bawah permukaan tanah.

Langkah tersebut dinilai penting karena api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila kondisi lahan kembali kering.

Usai memimpin rapat koordinasi, Presiden Prabowo kemudian bertolak menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan gambut yang masih dalam proses pemadaman.

Kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui koordinasi di tingkat pusat, tetapi juga melalui pengawasan langsung terhadap proses pemadaman di daerah.

"BACA JUGA" Patroli Udara Karhutla BBKSDA Riau Ungkap Illegal Logging di SM Kerumutan Menteri LH Tinjau Karhutla Riau, Sebut 335 Perusahaan Terindikasi Titik Api Polda Riau Pantau Karhutla Lewat Green Policing, 7.349 Titik Terdata

Follow riauexpose.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks