Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Pelataran Arena Pacu Jalur Baserah Retak dan Amblas, Pemkab Kuansing Dinilai Picing Mata

kawasan Tepian Lubuok Sobae, arena Pacu Jalur di Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) amblas.
Kolase Bupati Kuansing Suhardiman-Pelataran Arena jalur baserah amblas-Pacu Jalur Kuansing (istimewa).

Riauexpose.com || Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan Tepian Lubuok Sobae, arena Pacu Jalur di Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Sejumlah titik pelataran di tepian sungai tampak mengalami retak panjang, amblas, hingga penurunan struktur tanah yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah serius dari Pemerintah Kabupaten Kuansing untuk menangani kerusakan tersebut.

Kerusakan di salah satu ikon budaya masyarakat Kuansing itu mulai menuai sorotan publik.

Selain menjadi pusat kegiatan Pacu Jalur, kawasan Tepian Lubuok Sobae juga setiap hari ramai dikunjungi warga untuk bersantai dan menikmati suasana tepian sungai.

Tokoh muda asal Baserah, Barry Eko Lesmana, menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele.

Barry bahkan menyebut pemerintah terkesan “picing mata” terhadap kerusakan yang berpotensi memicu kecelakaan itu.

“Yang kita khawatirkan bukan hanya soal kerusakan fisiknya, tetapi keselamatan masyarakat. Di beberapa titik sudah terlihat amblas dan retak cukup panjang. Jika terus dibiarkan, ini bisa membahayakan pengunjung yang datang,” ujar Barry, Senin (18/5).

Menurut Barry, kawasan tepian sungai memang memiliki karakter tanah yang rentan abrasi dan pergeseran struktur.

Kendati demikian, jika tidak segera dilakukan penguatan maupun perbaikan, kerusakan yang saat ini terjadi dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi menyebabkan longsor di area pelataran lainnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu jatuhnya korban baru bergerak melakukan penanganan.

“Jangan sampai nanti baru sibuk mencari solusi ketika sudah ada korban atau kerusakan besar. Pencegahan jauh lebih penting. Pemerintah harus bergerak cepat melihat kondisi ini,” katanya.

Barry juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuansing segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar penanganan teknis terhadap kawasan Tepian Lubuok Sobae dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak sekadar tambal sulam.

Menurutnya, Tepian Lubuok Sobae bukan hanya fasilitas umum biasa, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi yang harus dijaga keberadaannya.

“Pacu Jalur adalah identitas masyarakat Kuansing. Tepian Lubuok Sobae menjadi bagian dari denyut kebudayaan itu sendiri. Maka fasilitas dan keamanannya juga harus benar-benar diperhatikan,” tutupnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas dan mengancam keselamatan pengunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi maupun tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terkait kondisi retak dan amblasnya pelataran arena Pacu Jalur Tepian Lubuok Sobae di Baserah tersebut.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png