Kemunculan 1 Ekor Tapir Langka Gegerkan Warga Teluk Merbau Dayun Siak

Penampakan Satwa Liar Tapir melintas di pemukiman warga Teluk Merbau, Dayun, Siak (istimewa) riauexpose.Com
Penampakan Satwa Liar Tapir melintas di pemukiman warga Teluk Merbau, Dayun, Siak (istimewa) riauexpose.Com

SIAK  riauexpose.Com– Seekor Tapir muncul di kawasan permukiman warga Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak-Riau.

Peristiwa langkah itu sempat diabadikan oleh seorang warga hingga viral dan menghebohkan masyarakat setempat.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Satwa liar yang tergolong langka dan dilindungi itu terlihat berlari di sekitar Jalan Ujung, tepatnya tidak jauh dari SD Negeri 007 Teluk Merbau. Sabtu (14/3).

Hewan dengan nama ilmiah Tapirus indicus tersebut pertama kali diketahui warga saat melintas di jalan kampung.

Tapir berwarna hitam putih dengan ukuran Sapi itu tampak berlari melintasi jalan di area permukiman sebelum akhirnya kembali masuk ke semak-semak di sekitar lokasi.

Kemunculan satwa langka tersebut sontak mengejutkan warga yang tidak menyangka hewan liar itu berada begitu dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Beberapa warga bahkan sempat mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Dalam rekaman video yang beredar di masyarakat, tapir terlihat berlari dari arah semak menuju jalan kecil di kawasan permukiman.

Setelah beberapa saat berada di jalan, hewan itu kemudian kembali masuk ke area semak yang berada di sekitar lokasi.

Dwi, salah seorang warga Kampung Teluk Merbau mengatakan bahwa kemunculan tapir tersebut merupakan peristiwa yang jarang terjadi di wilayah mereka.

Bahkan menurutnya, sebagian besar warga baru pertama kali melihat langsung satwa tersebut di kampung mereka.

“Baru kali ini di Afdeling 8B ada tapir. Ini termasuk hewan langka, jadi warga juga cukup kaget melihatnya berada dekat dengan rumah,” ujar Dwi.

Menurut warga, lokasi munculnya tapir memang tidak terlalu jauh dari kawasan hutan yang masih terdapat di sekitar Kecamatan Dayun.

Kondisi tersebut memungkinkan satwa liar sesekali keluar dari habitat alaminya.

Kemunculan satwa liar di wilayah permukiman umumnya terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah pencarian sumber makanan yang berada di luar kawasan hutan.

Selain itu, perubahan lingkungan atau terganggunya habitat alami juga dapat memicu satwa liar berpindah atau keluar dari wilayah yang biasa mereka tempati.

Tapir sendiri dikenal sebagai salah satu satwa liar yang memiliki habitat di kawasan hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Di Sumatera, keberadaan tapir masih dapat ditemukan di beberapa kawasan hutan yang memiliki vegetasi lebat serta sumber air yang cukup.

Sebagai satwa yang dilindungi, populasi tapir di alam liar saat ini terus mengalami penurunan akibat berbagai faktor, seperti berkurangnya habitat hutan serta aktivitas manusia di kawasan yang sebelumnya menjadi wilayah hidup satwa tersebut.

Selain itu, tapir juga dikenal sebagai hewan nokturnal, yaitu satwa yang lebih aktif beraktivitas pada malam hari.

Pada siang hari, hewan ini biasanya bersembunyi di area hutan yang lebat atau dekat dengan sumber air.

Ciri khas tapir yang paling mudah dikenali adalah pola warna tubuhnya yang unik, yakni kombinasi hitam dan putih.

Bagian depan tubuh tapir biasanya berwarna hitam, sementara bagian tengah hingga belakang tubuhnya berwarna putih.

Satwa ini juga memiliki moncong yang menyerupai belalai pendek yang digunakan untuk membantu mencari makanan.

Tapir umumnya memakan daun-daunan, tunas muda, serta berbagai jenis tanaman yang tumbuh di kawasan hutan.

Menyikapi kemunculan tapir tersebut, warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut.

Informasi mengenai kemunculan satwa langka itu juga telah disampaikan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.

Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan pemantauan terhadap keberadaan satwa tersebut guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman, baik bagi masyarakat maupun bagi satwa liar itu sendiri.

Warga di sekitar lokasi juga diimbau untuk tidak mengganggu atau mencoba mendekati tapir apabila kembali terlihat di kawasan permukiman.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak terkait jika kembali melihat keberadaan satwa tersebut. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat tanpa membahayakan manusia maupun satwa liar.

Kemunculan tapir di kawasan permukiman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah sekitar Kecamatan Dayun masih berada dekat dengan habitat alami berbagai satwa liar.

Oleh karena itu, keseimbangan lingkungan serta kelestarian hutan di sekitar kawasan tersebut perlu terus dijaga.

Exit mobile version