Santri Ponpes Nurul Ilmi Tualang-Siak Keluhkan Ulat Hidup hingga Rambut di Nasi Menu MBG

Menu MBG di Ponpes Nurul Ilmi acap ditemukan belatung
Penampakan belatung di ompreng menu MBG di Ponpes Nurul Ilmi Tualang-Siak

Riauexpose.com || Lemahnya pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak mulai menuai kritikan.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ilmi Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Muhamad Rofi S.HI angkat bicara terkait menu MBG yang diterima para santri di sekolah yang dipimpinnya yang disebut kerap bermasalah.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Ironisnya, makanan yang seharusnya menunjang kesehatan dan gizi pelajar itu justru berulang kali ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Temuan ulat hidup hingga rambut di dalam nasi disebut berulang kali ditemukan dalam ompreng MBG yang dikirim dari SPPG AKP Km 10 Kecamatan Tualang.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Di beberapa menu makanan ditemukan ulat yang masih hidup, baik di sayuran, daging rendang, buah bahkan di nasi ditemukan rambut,” ungkap Muhamad Rofi kepada awak media, Jumat (29/5/2026).

Tak hanya soal kebersihan makanan, pihak ponpes juga mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan ke sekolah yang dinilai mengganggu aktivitas belajar santri.

“Pengantaran menu juga sering terlambat. Selain itu menu makanan yang diberikan kurang bervariasi,” tambahnya.

Puncaknya terjadi pada Kamis (28/5/2026) pihak pondok pesantren nurul ilmu Kecamatan Tualang menolak dan tidak mau menerima menu MBG yang diantarkan ke sekolah tersebut.

Mobil Box L-300 yang setiap harinya mengantarkan menu MBG ke Ponpes Nurul Ilmi tidak diperkenankan masuk ke sekolah tersebut oleh pihak sekolah dengan pertimbangan kerap terjadinya keterlambatan dan ditemukannya belatung di makanan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan kontrol kualitas program MBG di Kabupaten Siak.

Pasalnya, program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi pelajar itu justru dikeluhkan pelajar dan pihak sekolah penerima manfaat.

Muhamad Rofi berharap Korwil BGN Siak segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap penyedia MBG agar kejadian serupa tidak terus terulang.

“Kami berharap Korwil BGN Siak dapat menindaklanjuti persoalan ini agar kesehatan pelajar di Ponpes Nurul Ilmi tetap terjaga,” tegasnya.

Terkait hal itu, pihak SPPG AKP Km 10 Kecamatan Tualang melalui Vina saat dihubungi awak media terkait temuan tersebut belum memberikan tanggapan dan memilih bungkam hingga berita ini diterbitkan.

Di sisi lain, Korwil BGN Siak Lisa Wahari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon juga tidak merespon. Namun melalui pesan WhatsApp, Lisa mengaku sedang ada kegiatan.

Meski demikian, hingga berita ini tayang, Lisa Wahari masih belum membuka ruang komunikasi dengan media guna mencari solusi atas dugaan temuan ulat dan rambut dalam menu MBG santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Minimnya respon dari pihak terkait semakin membuat tanda tanya terhadap lemahnya pengawasan distribusi dan kualitas menu MBG di Siak, khususnya di Kecamatan Tualang.

Exit mobile version