Riauexpose.com || Banjir akibat meluapnya Sungai Kuantan sempat merendam ratusan rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Sedikitnya 526 rumah, sejumlah sekolah, musala, puskesmas hingga kantor desa terdampak dalam bencana yang terjadi selama dua hari tersebut.
Kepala BPBD Kuansing Yulizar mengatakan banjir melanda Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman sejak Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).
Meski saat ini air telah surut, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Sebanyak 526 rumah warga terdampak banjir. Selain itu ada empat musala, empat unit sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa yang juga sempat terendam,” ujar Yulizar.
Kecamatan Pangean menjadi wilayah yang paling awal terdampak luapan Sungai Kuantan.
Di Desa Pangit tercatat 15 rumah, satu sekolah dan satu musala terdampak banjir. Kemudian di Desa Pulau Deras sebanyak 50 rumah dan satu puskesmas terendam.
Desa Pembatang sebanyak 25 rumah dan Desa Padang Kunyit mencapai 70 rumah terdampak.
“Total di Kecamatan Pangean sebanyak 160 rumah, satu sekolah, satu musala dan satu puskesmas terdampak banjir,” jelasnya.
Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, banjir merendam 15 rumah dan satu musala di Desa Pelukahan. Kemudian Desa Pulau Baru 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah dan Desa Pulau Beralo 15 rumah.
“Total di Kuantan Hilir Seberang ada 55 rumah dan satu musala terdampak,” tambahnya.
Sedangkan di Kecamatan Kuantan Hilir, banjir merendam tiga rumah dan satu kantor desa di Desa Pulau Kijang serta 45 rumah di Desa Kampung Tengah.
Total terdapat 48 rumah dan satu kantor desa yang terdampak.
Wilayah terparah terjadi di Kecamatan Inuman dengan total 263 rumah terdampak banjir.
Rinciannya, Desa Pulau Busuk sebanyak 73 rumah dan satu musala, Desa Pulau Sipan 70 rumah, satu sekolah dan satu musala, Desa Seberang Pulau Busuk sebanyak 110 rumah serta dua unit sekolah, dan Desa Pulau Busuk Jaya sebanyak 10 rumah terdampak.
“Untuk Kecamatan Inuman total ada 263 rumah warga, tiga sekolah dan dua musala yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Meski kondisi air saat ini telah jauh surut dan tidak lagi menggenangi pemukiman warga, BPBD Kuansing tetap mengimbau masyarakat agar tetap siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan kenaikan debit Sungai Kuantan.
“Relawan bencana di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan,” tutup Yulizar.












