Pencarian

Hilang di Perairan Meranti Saat Menjaring Ikan, Tim Gabungan Berhasil Temukan Seorang Korban Dalam Kondisi Hidup

riauexpose
riauexpose Redaksi · Jumat, 21 Juni 2024 · 23:44:51 WIB
Hilang di Perairan Meranti Saat Menjaring Ikan, Tim Gabungan Berhasil Temukan Seorang Korban Dalam Kondisi Hidup
Hilang di Perairan Meranti Saat Menjaring Ikan, Tim Gabungan Berhasil Temukan Seorang Korban Dalam Kondisi Hidup

PEKANBARU - Bacok (42) salah seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Kedabu, Jumat (21/6) akhirnya berhasil ditemukan Tim gabungan.

Pria 42 tahun itu ditemukan masih hidup dan dinyatakan selamat oleh tim habungan, sementara satu orang rekannya belum berhasil ditemukan, dan masih dalam proses pencarian.

Satu nelayan yang ditemukan selamat tersebut atas nama Bacok berusia 42 tahun.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, saat melakukan pencarian pada Pukul 16.00 WIB pada titik koordinat  1°15'17” N - 102°51'40” E. Saat melakukan pencarian tersebut, tim kemudian menemukan satu nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang atas nama Bacok berusia 42 tahun.

“Satu dari dua nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan,” katanya.

Setelah ditemukan selamat, nelayan atas nama Bacok kemudian dievakuasi ke kapal tugboat dan dibawa ke Dedap Kepulauan Meranti. Sementara itu, untuk satu nelayan lagi atas nama Wandi berusia 32 tahun masih dalam pencarian.

“Satu nelayan lagi atas nama Wandi belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan esok hari,” sebutnya. 

Untuk diketahui, Tim Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan adanya kondisi membahayakan manusia, berupa dua nelayan hilang di Perairan Tanjung Kedabu Desa Tanah Merah, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (21/6/2024).

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, pada pukul 12.30 WIB langsung dikerahkan 4 Personil unit siaga Meranti sar dikerahkan ke lokasi kejadian dengan jarak 30,31 Nm dari unit siaga Meranti,” katanya.

Dijelaskan Budi, untuk kronologis kejadian, pada Kamis (20/6/2024) pukul 09.00 WIB dua orang nelayan berangkat untuk menjaring menggunakan kapal motor di perairan Pulau Rangsang.

Pada 21 Juni Pukul 06.00 WIB, beberapa nelayan melihat kapal motor korban berada di tengah laut dan tidak ditemukan keberadaan 2 orang nelayan tersebut.

“Sehingga para nelayan dan aparat setempat langsung mencari keberadaan 2 orang nelayan tersebut,” katanya. 

Follow riauexpose.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks