Keindahan Tidak Selalu Hadir untuk Selamanya

Oleh: Adv. Anto Drich, S.H., CPLA
Penulis: Anto
Sabtu, 07 November 2026 | 22:07:00 WIB

Oleh: Adv. Anto Drich, S.H., CPLA

RIAUEXPOSE.COM - Ada hal-hal sederhana yang mengajarkan kita tentang makna kehidupan. Tentang rasa cukup, tentang keindahan yang tak harus abadi, dan tentang sesuatu yang justru terasa istimewa karena kita tahu suatu saat ia akan berlalu.

Seperti halnya semangkuk bakso terasa nikmat bukan karena jumlahnya yang banyak, akan terapi karena porsinya cukup untuk dinikmati.

Sebab, kenikmatan bukan selalu tentang seberapa banyak yang tersaji, tetapi seberapa mampu kita menghargai apa yang ada di hadapan kita.

Begitu pula pelangi. Ia tampak begitu memesona bukan karena menetap lama di langit, melainkan karena kehadirannya yang singkat.

Justru karena tidak datang setiap saat, kita berhenti sejenak untuk mengagumi keindahannya.

Begitulah kehidupan.

Tidak semua yang kita sukai harus kita miliki selamanya. Tidak semua yang membuat kita bahagia harus menetap.

Ada orang yang hadir hanya untuk mengajarkan arti ketulusan. Ada pertemuan yang singkat, tetapi meninggalkan kenangan panjang.

Ada pula perpisahan yang menyakitkan, tetapi diam-diam mendewasakan.

Terkadang, kita terlalu sibuk mengejar lebih banyak hingga lupa menikmati apa yang sudah dimiliki.

Kita ingin segalanya sempurna, padahal kebahagiaan tidak selalu lahir dari yang berlimpah.

Sering kali, kebahagian tumbuh dari kesederhanaan, rasa syukur, dan kemampuan menerima kenyataan.

Hidup bukan tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi seberapa dalam kita mampu menghargai setiap hal yang pernah menjadi bagian dari perjalanan.

Cobalah bertanya kepada diri sendiri, selama ini kita benar-benar menikmati kehidupan, atau justru terlalu sibuk mengejar sesuatu hingga lupa mensyukuri yang sudah ada?

Jangan sampai kita baru menyadari betapa berharganya sebuah kehadiran setelah ia menjadi kehilangan. Jangan menunggu sesuatu pergi untuk belajar menghargai.

Hidup ini bukan tentang memiliki segalanya untuk waktu yang lama, melainkan tentang bagaimana kita memberi makna pada setiap kesempatan yang masih ada.

Belajarlah merasa cukup, sebelum keinginan membuat kita lupa bersyukur. Belajarlah menghargai, sebelum waktu mengubah segalanya menjadi kenangan.

Reporter: Anto