Kualitas Udara Siak Memburuk, 13 Kecamatan Masuk Kategori Tidak Sehat

Data kualitas udara Kabupaten Siak pada Rabu (9/9/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan 13 kecamatan berada dalam kategori tidak sehat. (Foto: Diskominfo Siak)
Penulis: Dolly Sandro
Rabu, 09 September 2026 | 14:43:00 WIB

Riauexpose.com SIAK — Kualitas udara di Kabupaten Siak, Riau, kembali mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rabu (9/9/2026) pukul 08.00 WIB, sebanyak 13 kecamatan berada dalam kategori tidak sehat.

Data tersebut diolah dari dua sumber, yakni ispu.kemenlh.go.id dan weather.com.

Sementara itu, satu wilayah yakni Kecamatan Siak berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan nilai ISPU 115.

Kondisi terburuk tercatat di Kecamatan Kandis dengan nilai ISPU mencapai 191, disusul Minas 190, Tualang 188, Lubuk Dalam 185 dan Kerinci Kanan 186.

Berikut data kualitas udara di 14 kecamatan Kabupaten Siak:

  • Siak: 115 — Tidak sehat bagi kelompok sensitif
  • Mempura: 173 — Tidak sehat
  • Lubuk Dalam: 185 — Tidak sehat
  • Minas: 190 — Tidak sehat
  • Tualang: 188 — Tidak sehat
  • Dayun: 176 — Tidak sehat
  • Koto Gasib: 180 — Tidak sehat
  • Kerinci Kanan: 186 — Tidak sehat
  • Sabak Auh: 167 — Tidak sehat
  • Sungai Apit: 167 — Tidak sehat
  • Pusako: 171 — Tidak sehat
  • Bunga Raya: 163 — Tidak sehat
  • Sungai Mandau: 181 — Tidak sehat
  • Kandis: 191 — Tidak sehat

Angka tersebut menunjukkan persoalan kualitas udara tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi tersebar hampir di seluruh kecamatan yang tercantum dalam pemantauan.

Kategori tidak sehat berarti kualitas udara dapat memberikan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang dapat memperbesar potensi kebakaran.

“Kebakaran sering terjadi, berawal dari api yang kecil, seperti contoh puntung rokok. Tapi karena cuaca panas dan juga angin yang berembus kuat, api yang kecil itu lama-lama akan membesar,” kata Mahadar.

Mahadar juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran lahan yang dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Mari sama-sama kita jaga daerah kita agar tidak ada lagi terjadi kebakaran lahan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Siak juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Pencegahan kebakaran menjadi penting mengingat asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara.

Dalam infografis Dinas Kominfo Siak, masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, memperbanyak aktivitas di dalam ruangan serta menjaga kondisi kesehatan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara perlu mendapatkan perhatian lebih.

Dengan nilai ISPU tertinggi mencapai 191 di Kecamatan Kandis, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi udara dan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari pemerintah.

Pemkab Siak terus memperkuat langkah pencegahan karhutla sekaligus meningkatkan pemantauan kualitas udara, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan dapat mengambil langkah perlindungan kesehatan.

Reporter: Dolly Sandro