Polda Sumatera Barat Ulurkan Bantuan, Buka Puasa dan Tarawih Bersama Korban Bencana
SUMBAR. riauexpose.com– Mewakili Kapolda Sumbar, Kepala Biro SDM KBP Anissullah M Ridha turun langsung ke lokasi hunian sementara (Huntara) korban bencana alam di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan, Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan, Karo SDM berbaur tanpa sekat bersama ratusan warga terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Wakapolda Sumbar selaku Ketua Tim II, tausyiah agama, hingga buka puasa bersama.
Tak hanya seremonial, momen tersebut menjadi ruang empati bagi korban bencana Sumatera dan pihak kepolisian dari Polda Sumbar.
Usai berbuka, rombongan melaksanakan salat Magrib, makan malam bersama, serta salat Isya dan tarawih berjamaah.
Di penghujung kegiatan, bantuan dan tali asih diserahkan kepada warga Huntara I dan II yang berjumlah total 113 orang.
Kehadiran pejabat utama Polda Sumbar, unsur Forkopimda, hingga perwakilan pemerintah daerah menunjukkan bahwa penanganan korban bencana bukan sekadar tugas administratif, melainkan panggilan kemanusiaan.
KBP Anis mengungkapkan, bahwa Polri siap hadir di tengah masyarakat, terlebih saat kondisi sulit, adalah bagian dari komitmen Polri Presisi untuk selalu hadir dan memberi solusi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga dan sahabat bagi masyarakat,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.
Salah seorang warga Huntara, Iwan, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polda Sumbar di bulan Ramadan ini.
“Kami merasa diperhatikan. Terima kasih kepada Polda Sumbar yang sudah datang langsung, berbuka dan salat bersama kami, serta memberikan bantuan. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat dan benar-benar menjadi sahabat masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga 21.30 WIB itu berjalan lancar dan penuh keakraban.
Ramadan di Huntara malam itu bukan lagi tentang duka bencana, melainkan tentang solidaritas dan kehadiran negara di tengah rakyatnya yang sedang ditimpa bencana.