Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Polda Riau Pantau Karhutla Lewat Green Policing, 7.349 Titik Terdata

Polda Riau pantau karhutla melalui Dashboard Green Policing dengan 7.349 titik terdata di Riau
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memperkenalkan Dashboard Green Policing sebagai sistem pemantauan karhutla dan pemulihan lingkungan berbasis digital di Riau.

Riauexpose.com PEKANBARU Polda Riau memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan teknologi digital melalui Dashboard Green Policing. Sistem terintegrasi tersebut digunakan untuk memantau potensi karhutla sekaligus mengukur capaian pemulihan lingkungan di wilayah Riau.

Dashboard Green Policing diperkenalkan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat dan Guru Besar IPB sekaligus ahli kebakaran hutan dan lahan, Bambang Hero Saharjo.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Kapolda Riau menjelaskan, penggunaan dashboard tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan perlindungan lingkungan berbasis data sehingga potensi persoalan dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya dilakukan secara terukur.

“Sistem ini tidak hanya dapat digunakan untuk melihat kerawanan dan kejadian karhutla, tetapi juga merekam berbagai capaian green policing yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Irjen Herry.

Berdasarkan data Dashboard Green Policing, sebanyak 7.349 titik telah terdata dan tersebar di berbagai wilayah Riau. Data tersebut menjadi bagian dari sistem pemantauan yang digunakan untuk membaca kondisi lingkungan dan potensi kerawanan karhutla.

Selain data lingkungan, dashboard juga mengintegrasikan 110 Jembatan Presisi sebagai pemetaan berbagai program yang dilaksanakan Polda Riau dan jajaran.

Sementara itu, hingga 22 Agustus 2026, Dashboard Green Policing mencatat sebanyak 226.301 pohon telah masuk dalam sistem.

Jumlah tersebut diperkirakan memiliki kemampuan menyerap karbon mencapai 4.978,6 ton CO₂ per tahun.

“Semua kita dorong berbasis data. Berapa pohon yang ditanam, di mana lokasinya, bagaimana sebarannya, sampai berapa besar estimasi karbon yang dapat diserap,” kata Herry.

Menurutnya, pendekatan berbasis data juga diterapkan dalam pemantauan karhutla. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian membaca potensi persoalan lebih awal sehingga langkah intervensi dapat dilakukan secara cepat.

“Begitu juga dengan karhutla. Kita ingin memiliki sistem yang membantu kita membaca persoalan lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Konsep Green Policing yang dikembangkan Polda Riau tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku kejahatan lingkungan. Pendekatan tersebut mencakup pencegahan, edukasi, kolaborasi, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan.

Kapolda mengungkapkan bahwa keberhasilan penanganan persoalan lingkungan tidak cukup hanya diukur dari jumlah perkara yang ditangani maupun pelaku yang diamankan.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa perkara yang ditangani atau berapa pelaku yang ditangkap. Kita juga harus mampu mengukur apa yang sudah dikembalikan kepada alam,” ungkapnya.

Menurut Herry, indikator pemulihan lingkungan dapat dilihat dari jumlah pohon yang tumbuh, kemampuan penyerapan karbon hingga perkembangan kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan.

“Berapa pohon yang tumbuh, berapa karbon yang dapat diserap dan bagaimana kawasan yang rusak bisa dipulihkan,” lanjutnya.

Herry menyebut kompleksitas persoalan lingkungan di Riau tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat.

Menurutnya, penanganan karhutla harus diarahkan pada upaya mencegah api kembali muncul, bukan hanya bertindak ketika kebakaran sudah terjadi.

“Karhutla bukan hanya persoalan ketika api muncul. Yang harus kita bangun adalah bagaimana api itu tidak muncul kembali. Di situlah pentingnya data, ilmu pengetahuan,

“BACA JUGA”

Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Maskapai Beri Dispensasi

Presiden Prabowo Bertolak ke Kalimantan, Pimpin Penanganan Karhutla

BMKG Ungkap Penyebab Titik Api di Kalimantan, El Nino Sangat Kuat

76 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png