Riauexpose.com | Menjelang keberangkatan musim haji 2026, kondisi kesehatan menjadi perhatian serius bagi Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Siak.
Dari total 257 jemaah yang akan berangkat, sebanyak 33 persen atau 85 orang tercatat sebagai lanjut usia (lansia), sehingga membutuhkan kesiapan fisik ekstra.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Siak, Zubir Efendi, mengimbau seluruh CJH untuk mulai menjaga kebugaran tubuh dengan rutin melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki.
Hal ini penting mengingat mayoritas jemaah berusia di atas 50 tahun.
“Menjelang keberangkatan, kami minta jemaah menjaga kondisi tubuh. Olahraga ringan seperti jalan kaki sangat dianjurkan agar stamina tetap terjaga,” ujar Zubir, Jumat (1/5/2026).
Zubir menekankan, kesehatan jemaah akan terus dipantau oleh petugas medis dari Puskesmas hingga dokter pendamping selama perjalanan dan di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menjaga pola hidup sehat selama menjalankan ibadah haji.
Menurutnya, setelah menjalani rangkaian ibadah, jemaah diharapkan tidak memaksakan diri dan dapat mengatur waktu istirahat dengan baik.
Konsultasi kesehatan secara rutin dengan dokter kloter maupun Petugas Haji Daerah (PHD) juga menjadi hal yang penting.
“Pola hidup bersih dan sehat harus dijaga. Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, konsumsi makanan bergizi, hingga rutin olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari,” tambahnya.
Sementara itu, Petugas Haji Daerah Bidang Kesehatan, dr. Atika Rifiani, menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap konsumsi obat, khususnya bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.
“Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter, meskipun merasa sehat. Disiplin minum obat sangat penting untuk menjaga kondisi tetap stabil,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas di Mekkah memerlukan persiapan tambahan. Jemaah disarankan membawa perlengkapan pelindung diri seperti kacamata, masker, alas kaki yang nyaman, payung, hingga semprotan air.
Bagi jemaah lansia, peran keluarga juga sangat dibutuhkan, terutama dalam menyiapkan obat-obatan sebelum keberangkatan. Obat disarankan dipisahkan sesuai jadwal konsumsi agar lebih mudah digunakan.
“Susun obat sesuai waktu minum, pagi, siang, dan malam, lengkap dengan dosisnya. Ini sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia,” tambah Atika.
Berdasarkan jadwal, CJH Kabupaten Siak akan diberangkatkan pada Senin, 4 Mei 2026, menuju Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Dari total 257 jemaah, terdiri dari 118 laki-laki dan 138 perempuan, dengan rentang usia terbanyak antara 51 hingga 60 tahun.
Adapun jemaah tertua tercatat atas nama Muinah (80), asal Kecamatan Sabak Auh.
Dengan dominasi jemaah lansia, kesiapan fisik dan disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan khusyuk.










