Riauexpose.com || Komitmen mewujudkan penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis kembali ditegaskan Polda Sumatera Barat dalam pelaksanaan Uji Computer Assisted Test (CAT) Komputer Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 Panda Polda Sumbar, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 1.190 calon siswa (casis) Bintara Polri mengikuti tahapan ujian CAT yang digelar di Gedung Microteaching Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Padang (UNP).
Pelaksanaan ujian berlangsung ketat dengan pengawasan internal dan eksternal guna memastikan proses seleksi berjalan objektif tanpa praktik titipan maupun kecurangan.
Dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 1.173 casis hadir mengikuti ujian yang dibagi dalam tiga sesi, sementara 17 peserta tercatat tidak hadir.
Pengawasan langsung dilakukan jajaran Bidpropam Polda Sumbar bersama Itwasda dan pengawas eksternal dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Setiap peserta bahkan harus melalui pemeriksaan badan menggunakan metal detector sebelum memasuki ruang ujian.
Kabid Propam Polda Sumbar, Kombes Pol Siswantoro mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan secara maksimal demi menjaga marwah institusi Polri dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta.
“Kami memastikan seluruh tahapan penerimaan Bintara Polri Tahun 2026 di Panda Polda Sumbar berjalan bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan, percaloan maupun titipan,” ujar KBP Siswantoro saat melakukan pengawasan pelaksanaan ujian CAT di lokasi.
KBP Siswantoro mengatakan, sistem CAT yang digunakan membuat hasil ujian langsung muncul secara otomatis usai peserta menyelesaikan tes, sehingga nilai dapat diketahui secara terbuka dan meminimalisir intervensi pihak manapun.
“Begitu peserta selesai ujian, nilai langsung tampil di layar monitor dan ditandatangani peserta. Ini bentuk transparansi yang nyata sehingga masyarakat bisa melihat proses rekrutmen Polri berlangsung profesional dan objektif,” ujarnya.
Pelaksanaan ujian sendiri dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga selesai dengan dipimpin langsung Kabiro SDM Polda Sumbar selaku Ketua Pelaksana.
Sebelum memasuki ruang ujian, para peserta terlebih dahulu menerima arahan dari panitia, melakukan pencabutan nomor tempat duduk, pemeriksaan identitas, hingga pengumpulan barang pribadi seperti handphone dan jam tangan di depan ruang ujian.
Polda Sumbar menegaskan seluruh proses rekrutmen anggota Polri dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya apapun.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Dengan pengawasan berlapis dan sistem seleksi berbasis teknologi, Polda Sumbar berharap mampu melahirkan calon anggota Polri yang unggul, profesional dan siap menghadapi tantangan era digital menuju Society 5.0.












