Riauexpose.com PEKANBARU – Suasana Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026, Minggu pagi, berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya.
Sejak garis start hingga finish, ribuan peserta menikmati suguhan seni tradisional yang sengaja dipersembahkan untuk memberikan pengalaman berbeda dalam ajang lari terbesar di Pulau Sumatera tersebut.
Di sejumlah titik lintasan, para pelari disambut penampilan Tari Randai khas Kabupaten Kuantan Singingi, tabuhan Kompang Melayu, hingga hiburan musik modern. Kolaborasi budaya dan olahraga itu menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus membangkitkan semangat para peserta, terlebih udara pagi terasa sejuk usai Kota Pekanbaru diguyur hujan semalaman.
Keberadaan tari dan musik tradisional menjadi salah satu daya tarik utama RBR 2026. Selain berkompetisi, peserta juga diperkenalkan dengan kekayaan adat dan budaya Melayu Riau yang menjadi identitas daerah.
Setibanya di garis finis, peserta kembali disambut puluhan stan UMKM lokal yang telah disiapkan Polda Riau sebagai penyelenggara. Beragam kuliner khas Riau, mulai dari makanan tradisional hingga minuman khas daerah, menjadi incaran para pelari untuk mengembalikan energi setelah menyelesaikan lomba.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan Riau Bhayangkara Run bukan sekadar event olahraga, tetapi menjadi wadah memperkenalkan budaya, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus mengampanyekan pelestarian lingkungan.
“Riau Bhayangkara Run bukan hanya tentang olahraga. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Melayu, menghidupkan UMKM lokal, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan habitat satwa di Bumi Lancang Kuning. Budaya, lingkungan, dan ekonomi harus tumbuh bersama,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan.
Ia menambahkan, kehadiran pelaku UMKM dan pertunjukan seni tradisional merupakan bentuk komitmen Polda Riau untuk melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan berskala nasional.
“Ketika ribuan peserta datang ke Riau, mereka tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga pengalaman menikmati budaya dan cita rasa khas Riau. Inilah yang ingin kami tunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia,” tambahnya.
RBR 2026 diikuti lebih dari 15 ribu pelari dari berbagai provinsi di Indonesia hingga peserta mancanegara. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga mengusung kampanye pelestarian hutan serta perlindungan gajah dan harimau Sumatera yang menjadi ikon konservasi di Provinsi Riau.
Dengan memadukan olahraga, budaya, pariwisata, lingkungan, dan pemberdayaan UMKM, Riau Bhayangkara Run 2026 semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event lari paling bergengsi dan unik di Sumatera.












