Pekanbaru riauexpose.Com— Laga sengit tersaji di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Sabtu (1/3) malam, saat PSPS Pekanbaru harus puas berbagi angka 0-0 dengan pemuncak klasemen Garudayaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian.
Hasil tanpa gol ini membuat langkah Askar Bertuah masih tertahan di peringkat delapan dengan koleksi 24 poin. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman.
Ancaman datang dari Persekat Tegal yang mengintai di bawahnya dan berpeluang menyalip jika mampu meraih kemenangan pada laga berikutnya. Zona degradasi pun mulai membayangi.
Pelatih kepala Aji Santoso tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Menurutnya, performa tim belum sepenuhnya sesuai ekspektasi, terutama dalam hal efektivitas serangan.
“Sangat disayangkan hasilnya tidak memuaskan. Kami hanya mendapatkan satu poin. Peluang memang minim, hanya satu peluang di babak kedua. Di babak pertama sentuhan belum terlihat, baru di babak kedua mulai ada perubahan,” ujar Aji usai pertandingan.
Ia menilai anak asuhnya terlalu lama memainkan bola sehingga ritme permainan mudah dipatahkan lawan.
Serangan yang dibangun kerap monoton dan kurang menggigit di area pertahanan Garudayaksa.
“Main tidak seperti yang kami harapkan, terlalu sering memainkan bola sehingga dapat dipatahkan lawan. Ini jadi evaluasi kami. Masih ada waktu libur beberapa minggu sebelum laga berikutnya, dan itu akan kami manfaatkan maksimal,” tegasnya.
Tantangan berikutnya tak kalah berat. PSPS akan menghadapi PSMS Medan dalam partai lanjutan yang krusial.
Jeda kompetisi hampir satu bulan menjadi momentum penting untuk membenahi lini depan, khususnya penyelesaian akhir yang dinilai belum tajam saat pertandingan.
“Persiapan menghadapi PSMS Medan nanti, kami akan fokus pada finishing. Saat latihan sebenarnya sangat bagus, tapi di pertandingan belum terlihat. Ada beberapa pemain yang belum maksimal, termasuk Francis,” tambah Aji.
Pada putaran ketiga sejauh ini, PSPS belum mencicipi kemenangan setelah tiga kali bermain imbang melawan Persiraja, Adhyaksa FC, dan Garudayaksa FC.
Dengan enam laga tersisa, peluang masih terbuka, namun konsistensi dan ketajaman lini serang akan menjadi kunci jika PSPS ingin keluar dari tekanan dan menjaga asa bertahan di Liga 2.












