Pengakuan Pelaut Inggris, Klaim Lihat MH370 Meledak di Samudra Hindia

Pengakuan Pelaut Inggris, Klaim Lihat MH370 Meledak di Samudra Hindia
Ilustrasi Pengakuan Pelaut Inggris, Klaim Lihat MH370 Meledak di Samudra Hindia (istimewa) riauexpose.Com

JAKARTA riauexpose.Com.- Lebih dari satu dekade setelah hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, misteri salah satu tragedi penerbangan terbesar di dunia itu masih belum terpecahkan.

Berbagai penyelidikan internasional telah dilakukan, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Di tengah upaya pencarian yang terus berlanjut, seorang pelaut asal Inggris bernama Katherine Tee mengklaim pernah melihat pesawat yang diduga sebagai MH370 saat terbakar di langit Samudra Hindia.

Ia juga meyakini mengetahui area lokasi jatuhnya pesawat tersebut berdasarkan pengamatannya saat itu.

Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 menjadi tragedi besar dalam sejarah penerbangan modern.

Pesawat yang mengangkut 227 penumpang dan 12 awak tersebut lepas landas menggunakan Boeing 777-200ER dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, pada 8 Maret 2014.

Namun hanya sekitar 40 menit setelah lepas landas, pesawat itu tiba-tiba menghilang dari pantauan radar dan tidak pernah terlihat lagi.

Katherine Tee mengatakan bahwa pada saat kejadian ia sedang berlayar bersama suaminya, Marc Horn.

Mereka tengah melakukan perjalanan laut dari Cochin, India, menuju Phuket, Thailand, ketika ia melihat sesuatu yang tidak biasa di langit malam.

Tee meyakini cahaya oranye terang yang disertai jejak asap hitam yang ia lihat kemungkinan merupakan pesawat yang sedang terbakar.

Menurutnya, objek tersebut tampak seperti pesawat besar yang melintas di atas laut.

Berbicara kepada Phuket Gazette, Tee mengaku sempat meragukan penglihatannya sendiri sehingga tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

“Saya pikir saya melihat pesawat yang terbakar melintas di belakang buritan kapal kami dari kiri ke kanan, yang kira-kira dari utara ke selatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemandangan tersebut sangat tidak biasa sehingga membuatnya mempertanyakan apa yang sebenarnya ia lihat pada saat itu.

“Karena itu bukan sesuatu yang Anda lihat setiap hari, saya mempertanyakan kewarasan saya. Saya melihat apa yang tampak seperti pesawat memanjang yang bersinar oranye terang, dengan jejak asap hitam di belakangnya,” lanjutnya.

Pada awalnya, Tee sempat berpikir bahwa objek tersebut mungkin hanyalah meteor yang melintas di langit.

Namun ia tetap merasa ragu karena cahaya yang terlihat berbeda dari fenomena alam biasa.

“Saya pikir itu mungkin anomali atau hanya meteor,” akunya.

Menurut Tee, cahaya yang ia lihat tampak seperti lampu oranye terang yang mengingatkannya pada lampu natrium.

Hal tersebut membuatnya semakin bingung mengenai apa sebenarnya objek yang ia saksikan di langit malam Samudra Hindia itu.

Setelah kejadian tersebut, Tee dan suaminya tetap melanjutkan pelayaran menuju Phuket selama dua hari.

Mereka baru menyadari kemungkinan kaitan antara penglihatannya dan pesawat MH370 setelah tiba di pelabuhan dan mendengar banyak orang membicarakan hilangnya pesawat Malaysia Airlines tersebut.

Meski demikian, pada saat itu Tee masih meragukan bahwa apa yang ia lihat benar-benar terkait dengan pesawat yang hilang.

Ia bahkan sempat berpikir bahwa tim pencari pasti akan segera menemukan pesawat tersebut.

“Lagipula, saya pikir mereka akan menemukannya,” ucap perempuan asal Liverpool itu.

Rasa penasaran kemudian mendorong Tee untuk memeriksa kembali log GPS dari perjalanan pelayarannya bersama sang suami.

Dari data tersebut, ia menyadari bahwa posisi kapal mereka saat itu berada di area yang dianggap konsisten dengan kontak terakhir pesawat MH370 yang dilaporkan oleh otoritas penerbangan.

Temuan tersebut membuat Tee akhirnya memutuskan untuk melaporkan apa yang ia lihat kepada pihak berwenang.

Ia mengumpulkan data pelacakan lengkap perjalanan kapalnya sebagai bagian dari laporan tersebut.

“Inilah yang meyakinkan saya untuk mengajukan laporan dengan data pelacakan lengkap perjalanan kami kepada pihak berwenang terkait,” ujarnya.

Laporan pengamatan tersebut kemudian diserahkan Tee kepada Joint Agency Coordination Centre (JACC) pada Juni 2014, beberapa bulan setelah insiden hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.

Sementara itu, pencarian terhadap bangkai pesawat MH370 hingga kini masih menjadi salah satu operasi pencarian paling kompleks dalam sejarah penerbangan.

Sejumlah puing pesawat diketahui pernah ditemukan di sepanjang garis pantai Afrika serta di beberapa pulau di Samudra Hindia.

Meski demikian, temuan tersebut belum mampu mengungkap secara pasti lokasi jatuhnya pesawat maupun penyebab hilangnya MH370.

Para spesialis penerbangan menduga pesawat tersebut kemungkinan menyimpang dari rute penerbangan yang direncanakan dan terbang ke arah barat selama beberapa jam sebelum akhirnya menghilang.

Upaya pencarian terhadap pesawat MH370 bahkan kembali diluncurkan pada akhir tahun lalu dengan memanfaatkan teknologi pencarian yang lebih canggih.

Namun hingga saat ini, berbagai upaya tersebut belum berhasil menemukan lokasi pasti dari bangkai pesawat yang membawa ratusan orang tersebut.

Exit mobile version