Pemuda Hilang di Sungai Kampar Usai Standing Motor di Jembatan Rantau Berangin, Basarnas Lakukan Pencarian

Tim Basarnas Pekanbaru dan BPBD Kampar melakukan pencarian pemuda yang hilang di Sungai Kampar setelah terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin akibat aksi standing sepeda motor.
Tim Basarnas Pekanbaru dan BPBD Kampar melakukan pencarian pemuda yang hilang di Sungai Kampar (istimewa).

Riauexpose.com KAMPAR – Aksi nekat melakukan standing sepeda motor di atas Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, berakhir tragis.

Seorang pemuda bernama Rifky (22) dikabarkan terjun bebas ke Sungai Kampar setelah terpental dari sepeda motor yang dikendarainya Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Hingga Rabu (15/7/2026) pagi, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, serta masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya Adi, korban diduga kehilangan kendali saat melakukan aksi standing di atas jembatan.

“Korban standing sepeda motor di atas jembatan, kemudian terjatuh ke sungai,” ujar Adi Candra.

Dia menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di Jembatan Rantau Berangin yang berada di Jalan Lintas Riau–Sumatera Barat. Akibat terjatuh dari ketinggian jembatan, korban langsung hanyut di aliran Sungai Kampar.

Operasi pencarian langsung dilakukan setelah laporan diterima. Personel Basarnas Pekanbaru bersama BPBD Kampar bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran di aliran sungai.

Koordinator operasi SAR, Budi Cahyadi, mengatakan pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.

“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Pagi ini kami bersama unsur SAR gabungan Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, dan masyarakat terus melakukan upaya pencarian,” katanya.

Selain mengerahkan personel dan peralatan pencarian, masyarakat sekitar juga ikut membantu menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

Budi mengingatkan seluruh personel maupun warga yang ikut dalam operasi pencarian agar selalu mengutamakan keselamatan mengingat kondisi arus Sungai Kampar yang cukup berbahaya.

“Kami juga mengimbau seluruh personel serta masyarakat yang terlibat agar selalu mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Exit mobile version