PADANG riauexpose.Com– Sinergi progresif antara Polda Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kian menunjukkan wujud nyata.
Komitmen kuat Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta, dalam membina dan memperkuat karakter siswa Sekolah Rakyat mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Sosial Sumbar.
Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, menilai langkah strategis yang diinisiasi Kapolda bukan sekadar program pendampingan, melainkan gerakan moral untuk membangkitkan semangat dan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah rakyat membuktikan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang humanis dan visioner.
Kapolda Sumbar Irjen Gatot menilai bahwa pembinaan di Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendampingan biasa, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak bangsa.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang pembentukan karakter. Di sinilah kita menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan harapan agar anak-anak ini mampu mengubah masa depan mereka sendiri,” ujar Irjen GatotGatot Rabu (4/3).
Menurut Jenderal bintang dua itu, memutus rantai kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan materi, tetapi harus dibarengi penguatan mental dan karakter.
“Kita ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai penggerak perubahan sosial. Jika karakter mereka kuat, maka masa depan mereka akan jauh lebih kokoh,” timpal Kapolda Sumbar Irjen Gatot yang diaminkan Karo SDM KBP Anissullah M Ridha.
Melalui pendekatan disiplin, pembinaan mental, dan pendampingan berkelanjutan, para siswa yang sebelumnya sempat terputus dari pendidikan kini mendapatkan arah baru yang lebih terstruktur dan penuh harapan.
Pendampingan dilakukan langsung di SRMA 4 Padang dan SRMP 4 Padang. Program ini dirancang menyentuh aspek mental, moral, hingga wawasan kebangsaan siswa agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan karakter kuat.
Kerja sama strategis ini bertumpu pada empat pilar utama yang dirancang sistematis:
• Edukasi Hukum & Anti Narkoba Memberikan pemahaman dini tentang aturan hukum dan bahaya penyalahgunaan narkotika sebagai benteng masa depan generasi muda.
• Kedisiplinan & Pelatihan PBB – Melatih ketahanan mental dan kekompakan melalui pembiasaan disiplin, terutama bagi siswa berasrama.
• Kepramukaan & Jiwa Kepemimpinan – Menumbuhkan karakter mandiri, kreatif, dan berintegritas.
• Pendampingan Psikologis – Memberikan sentuhan empati bagi siswa yang pernah putus sekolah agar kembali percaya diri dan fokus meraih cita-cita.
Syaifullah menyebut langkah ini sebagai bentuk kepedulian luar biasa dari Kapolda Sumbar terhadap masa depan anak-anak kurang mampu.
Menurutnya, pendidikan tanpa pembentukan karakter tidak akan cukup kuat untuk memutus rantai kemiskinan.
“Kami melihat ketulusan dan keseriusan Bapak Kapolda dalam membangun generasi. Ini bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan pembinaan berkelanjutan yang berdampak langsung,” ujar Syaifullah.
Kolaborasi antara institusi kepolisian dan Dinas Sosial ini diharapkan menjadi model inspiratif di tingkat nasional terkhusus di Sumatera Barat.
Sinergi ini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh menggabungkan pendidikan, pembinaan mental, dan dukungan moral.
Dengan pendekatan humanis dan penuh dedikasi, sentuhan kepemimpinan Irjen Gatot Tri Suryanta dinilai menghadirkan energi baru dalam upaya menciptakan generasi Sumatera Barat yang tangguh, berkarakter, dan siap bersaing.
Sebuah langkah nyata, sebuah visi besar, dan harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di Sumatera Barat.









