RIAUEXPOSE.COM, KAMPAR – Jejak peradaban masa lampau di Bumi Lancang Kuning kembali mendapat perhatian pemerintah pusat.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung kompleks Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (18/10/2026), untuk melihat secara langsung warisan sejarah yang menyimpan nilai penting bagi perjalanan peradaban Nusantara.
Kunjungan tersebut menjadi momen untuk memperkuat pelestarian Candi Muara Takus sekaligus mendorong pengembangan kawasan itu sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Provinsi Riau.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto. Turut hadir Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat.
Rombongan meninjau zona inti kompleks cagar budaya, mengamati bangunan-bangunan candi, serta membahas sejarah kawasan, status lahan, luas area, dan riwayat pemugaran yang pernah dilakukan.
Candi Muara Takus bukan sekadar bangunan kuno. Kompleks percandian berlatar agama Buddha ini menjadi salah satu bukti penting perkembangan peradaban dan aktivitas keagamaan masa lampau di Sumatra.
Kompleks utamanya memiliki empat bangunan yang dikenal sebagai Candi Tua atau Candi Sulung, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, dan Candi Palangka.
Karakter arsitektur serta material bangunannya menjadikan situs ini memiliki nilai penting dalam kajian arkeologi dan sejarah Nusantara.
Sekda Riau Syahrial Abdi menjelaskan, dalam peninjauan tersebut rombongan juga menerima informasi mengenai temuan situs baru yang berjarak sekitar 100 meter dari kompleks candi utama.
"Temuan tersebut membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut untuk memahami cakupan kawasan bersejarah Muara Takus," ujar Sekda.
Namun begitu, kajian arkeologi yang mendalam tetap diperlukan untuk memastikan karakter, usia, dan keterkaitan situs tersebut dengan kompleks utama.
Syahrial menyebut perhatian Fadli Zon terhadap Candi Muara Takus didasari ketertarikan terhadap nilai sejarah kawasan yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan peradaban Nusantara dan kerajaan-kerajaan Melayu tua.
Dalam kunjungan itu, rombongan turut membahas riwayat pemugaran Candi Muara Takus, termasuk proses yang berlangsung pada 1978 hingga 1987.
Pembahasan tersebut menjadi penting karena pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya menjaga bangunan yang terlihat di permukaan.
Upaya perlindungan juga memerlukan penelitian, pendataan, pengamanan kawasan, serta penanganan teknis yang sesuai dengan kaidah pelestarian warisan budaya.
Perhatian terhadap kondisi fisik bangunan, termasuk penanganan lumut dan bagian yang mengalami kerusakan, juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian situs.
Selain itu, penelitian arkeologi dan pemetaan kawasan dibutuhkan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya struktur atau peninggalan lain yang belum terungkap.
Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kampar, dan para ahli diharapkan mampu memperkuat perlindungan Candi Muara Takus agar nilai sejarahnya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Pelestarian Candi Muara Takus juga memiliki dimensi ekonomi dan pariwisata. Pengelolaan kawasan secara terencana berpotensi meningkatkan daya tarik wisata sejarah, memperluas kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi Riau turut mendorong agar Candi Muara Takus tidak dikembangkan sebagai destinasi yang berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan situs sejarah dan budaya lainnya di Riau.
Sekda Syahrial Abdi sebelumnya menyampaikan gagasan integrasi jalur wisata sejarah yang menghubungkan Candi Muara Takus dengan sejumlah destinasi di Kabupaten Rokan Hulu, termasuk Istana Raja Rokan IV Koto dan Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai.
Konsep tersebut membuka peluang terbentuknya paket perjalanan wisata sejarah terpadu yang memberikan pengalaman lebih luas kepada pengunjung sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.
Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Candi Muara Takus menjadi penguat komitmen bersama dalam menjaga warisan sejarah Riau.