RIAUEXPOSE.COM, JAKARTA — Peta jabatan strategis di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi sorotan setelah rotasi sejumlah perwira tinggi.
Salah satu nama yang mencuri perhatian masyarakat Riau adalah Komjen Pol Herry Heryawan, mantan Kapolda Riau yang kini dipercaya menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Herry resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga setelah dilantik dalam rangkaian serah terima jabatan pejabat utama Mabes Polri di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Sejumlah posisi strategis di Mabes Polri diisi oleh perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen).
Berdasarkan perkembangan mutasi dan penempatan pejabat Polri pada Oktober 2026, berikut sejumlah nama yang menempati jabatan penting:
- Komjen Pol Dedi Prasetyo — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
- Komjen Pol Asep Edi Suheri — Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
- Komjen Pol Herry Heryawan — Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Selain nama-nama tersebut, sejumlah perwira tinggi juga mendapat penugasan strategis yang berkaitan dengan promosi ke pangkat bintang tiga.
Di antaranya Dedy Kusuma Bakti untuk posisi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Rudi Darmoko sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat), serta Andik Setiyono sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).
Nama Herry Heryawan menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Riau. Selama memimpin Polda Riau, ia menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Kini, sebagai Kabaharkam Polri, Herry mengemban tanggung jawab dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat secara nasional.
Jabatan tersebut menempatkannya pada salah satu posisi penting dalam struktur organisasi Polri.
Usai pelantikan, Herry menegaskan bahwa pergantian jabatan tidak mengubah orientasi utama pengabdian seorang anggota Polri, yakni memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Apa pun jabatan dan di mana pun tempat bertugas, orientasinya tetap sama, menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat, serta menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab,” kata Herry kala itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Riau, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung tugasnya selama berada di Riau.
Rotasi dan promosi perwira tinggi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Penempatan pejabat pada posisi strategis dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan institusi, pembinaan karier, serta kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Pergantian sejumlah pejabat utama Mabes Polri pada awal Oktober 2026 juga mencakup posisi pengawasan internal, intelijen keamanan, reserse kriminal, pemeliharaan keamanan, pendidikan dan pelatihan, serta perencanaan dan anggaran.
Bagi Polri, penempatan pejabat pada jabatan strategis dapat memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara bagi masyarakat Riau, perjalanan karier Herry Heryawan dari Kapolda Riau hingga dipercaya sebagai Kabaharkam Polri menjadi salah satu perkembangan penting dalam dinamika kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara.