Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Anak Gajah Masuk Septic Tank Jadi Pemicu Kawanan Gajah Muncul di Minas Siak

IMG 0042
Potret anak gajah usai diangkat dari septi teng perumahan warga di Minas (istimewa)

Siak  riauexpose.com– Diberitakan sebelumnya Kawanan gajah liar dilaporkan masuk ke kawasan mess karyawan PT Arara Abadi di Kampung Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026) pagi.

Insiden tersebut ternyata dipicu seekor anak gajah berusia sekitar satu bulan yang terperosok ke dalam septic tank di area permukiman warga.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, melalui keterangan tertulisnya, Ahad (22/2).

Afni menjelaskan bahwa kawanan gajah sebelumnya hanya melintas di sekitar kawasan tersebut dan tidak pernah mengganggu warga.

Namun, situasi berubah ketika anak gajah terjebak, memicu reaksi agresif dari induk dan kelompoknya.

“Peristiwa itu terjadi karena anak gajah masuk ke septic tank. Kawanan sebelumnya hanya lewat, tetapi kali ini bereaksi karena anaknya terancam,” ujar Afni.

Sebanyak 11 ekor Gajah Sumatra dilaporkan berada di sekitar lokasi. Akibatnya, lima petak rumah karyawan mengalami kerusakan, termasuk satu blok yang terdampak cukup parah.

Sejumlah sepeda motor juga dilaporkan rusak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Proses evakuasi anak gajah dilakukan secara terpadu oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama unsur pemerintah daerah serta TNI-Polri.

Anak gajah berhasil dikeluarkan dari septic tank dan dikembalikan ke kawanan induknya dalam kondisi selamat.

Afni menggambarkan momen haru saat anak gajah disatukan kembali dengan induknya. Menurutnya, respons induk gajah yang semula agresif berubah menjadi tenang setelah anaknya berhasil dievakuasi.

“Telinga induknya tidak lagi mengeras, justru mengibas lembut saat anaknya dikembalikan. Itu seperti ungkapan lega,” katanya.

Bupati Siak mengingatkan bahwa wilayah tersebut merupakan habitat lintasan satwa liar, sehingga masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga harmoni dengan lingkungan.

Ia menilai insiden ini menjadi pengingat bahwa satwa liar memiliki naluri perlindungan terhadap anaknya sebagaimana manusia.

Pemerintah daerah juga mendorong evaluasi sarana lingkungan di kawasan rawan konflik satwa untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi konflik manusia dan satwa liar di wilayah Riau, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan konsesi perusahaan.

71 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png