IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904,29, Isu Polri Jadi Sorotan

IHSG anjlok 3,78 persen ke level 4.904,29 di tengah sentimen pasar dan isu dugaan penyadapan internal Polri
Penulis: Anto
Selasa, 03 November 2026 | 23:49:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM JAKARTA – Pasar saham Indonesia terguncang hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 3,78 persen hingga kembali tersungkur di bawah level psikologis 5.000 pada perdagangan Selasa (3/11/2026).

Di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian ekonomi, mencuatnya isu dugaan penyadapan ilegal di internal Polri yang menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo turut menjadi perhatian publik.

IHSG ditutup melemah 192,54 poin ke level 4.904,29. Penurunan tajam tersebut memperlihatkan meningkatnya tekanan jual di pasar modal Indonesia, sekaligus memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar dan sentimen ekonomi nasional.

Namun, hingga penutupan perdagangan, belum terdapat bukti yang memastikan isu dugaan penyadapan di internal Polri menjadi penyebab langsung anjloknya IHSG.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, IHSG sempat dibuka menguat di sekitar level 5.126. Namun, optimisme pada awal perdagangan tidak bertahan lama.

Indeks berbalik melemah dan menembus level 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB. Tekanan jual berlanjut hingga sesi kedua, membuat IHSG bertahan di kisaran 4.900 menjelang penutupan perdagangan.

Koreksi IHSG terjadi di tengah pelemahan luas saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data pasar menunjukkan tekanan terjadi pada berbagai sektor, dengan saham barang baku menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan terdalam.

Sentimen global, kekhawatiran terhadap evaluasi indeks MSCI, serta perubahan kebijakan perhitungan indeks saham turut membayangi pergerakan pasar domestik.

Di sisi lain, perkembangan isu dugaan penyadapan di lingkungan Polri menjadi perhatian masyarakat dan pelaku pasar.

Nama mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo turut disebut dalam isu dugaan penyadapan ilegal yang beredar.

Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi dan tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyatakan akan mengecek informasi yang beredar mengenai kabar sejumlah perwira Polri yang disebut diamankan.

Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan seluruh informasi mengenai dugaan penyadapan tersebut, termasuk identitas pihak-pihak yang disebut terlibat maupun status hukumnya.

Anjloknya IHSG menjadi pengingat bahwa pasar modal sangat sensitif terhadap berbagai perkembangan ekonomi, politik, dan keamanan.

Di tengah situasi tersebut, kepastian informasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks pada perdagangan berikutnya.

Kendati isu dugaan penyadapan di internal Polri mencuat bersamaan dengan pelemahan IHSG, hubungan sebab-akibat antara kedua peristiwa tersebut masih membutuhkan bukti dan penjelasan lebih lanjut.

Reporter: Anto