7 Elektronik Rumah Tangga Boros Listrik, Ini Daftarnya

Sejumlah peralatan elektronik rumah tangga, seperti AC, kulkas, dan mesin cuci, perlu digunakan secara efisien untuk membantu mengendalikan konsumsi listrik. (Ilustrasi)
Penulis: Dolly Sandro
Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:24:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM, PEKANBARU – Penggunaan peralatan elektronik rumah tangga yang tidak terkontrol dapat membuat tagihan listrik membengkak.

Sejumlah perangkat, mulai dari AC hingga pompa air, membutuhkan daya cukup besar atau bekerja berulang kali sehingga konsumsi listrik meningkat.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama rumah tangga dengan kapasitas listrik terbatas. Mengatur durasi pemakaian dan memilih perangkat hemat energi menjadi langkah penting untuk menekan pengeluaran bulanan.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, konsumsi listrik tidak hanya ditentukan oleh besarnya daya suatu perangkat. Lama pemakaian dan kebiasaan pengguna juga berpengaruh terhadap total energi yang dikonsumsi.

Tujuh Peralatan Elektronik yang Perlu Diperhatikan

1. Air Conditioner (AC)

AC termasuk perangkat yang dapat mengonsumsi listrik cukup besar, terutama ketika digunakan berjam-jam setiap hari. Penggunaan suhu terlalu rendah dan kebiasaan membiarkan AC menyala saat ruangan kosong juga dapat meningkatkan konsumsi energi.

2. Pompa air

Pompa air dapat menyerap daya cukup besar ketika beroperasi. Frekuensi penggunaan turut memengaruhi konsumsi listrik, terutama pada rumah yang menggunakan sumur dan sering mengisi penampungan air.

3. Water heater

Pemanas air listrik membutuhkan energi untuk menaikkan suhu air. Penggunaan yang terlalu lama atau terlalu sering dapat menambah konsumsi listrik rumah tangga.

4. Penanak nasi atau rice cooker

Rice cooker tidak hanya menggunakan listrik ketika memasak nasi. Mode penghangat yang dibiarkan aktif selama berjam-jam juga menyumbang konsumsi energi.

5. Setrika listrik

Setrika memerlukan daya relatif besar saat memanaskan elemen pemanasnya. Penggunaan yang berulang dalam waktu lama dapat meningkatkan pemakaian listrik.

6. Mesin cuci

Konsumsi listrik mesin cuci bergantung pada jenis perangkat, kapasitas, program pencucian, serta frekuensi penggunaan. Mengoperasikan mesin dengan muatan sesuai kapasitas dapat membantu meningkatkan efisiensi pemakaian.

7. Kulkas

Kulkas umumnya menyala sepanjang hari untuk menjaga suhu penyimpanan makanan. Karena bekerja terus-menerus, konsumsi listriknya perlu diperhatikan meskipun daya sesaatnya tidak selalu sebesar perangkat pemanas.

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, menjelaskan bahwa konsumsi listrik rumah tangga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan peralatan elektronik.

Dikutip dari Kompas.com 10 Desember 2025, Toto menyebut pompa air dan televisi sebagai perangkat yang perlu diperhatikan pada rumah dengan daya 900 VA. Televisi yang terus menyala meski tidak ditonton juga dapat menyebabkan pemborosan.

Sementara itu, Dosen Teknik Ketenagalistrikan STEI ITB, Syarif Hidayat, mengingatkan bahwa kebiasaan membiarkan lampu menyala ketika ruangan tidak digunakan turut menambah konsumsi listrik.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa penghematan listrik bukan sekadar memilih perangkat berdaya rendah. Kebiasaan menggunakan dan mematikan peralatan sesuai kebutuhan juga berperan penting.

Masyarakat dapat mengurangi konsumsi listrik dengan mematikan AC ketika ruangan tidak digunakan, mengatur suhu secara wajar, serta memanfaatkan cahaya alami pada siang hari.

Pompa air sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan. Rice cooker, setrika, dan mesin cuci juga perlu dioperasikan secara efisien agar tidak menyala lebih lama dari yang diperlukan.

Saat membeli perangkat baru, konsumen dapat mempertimbangkan label hemat energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerapkan Standar Kinerja Energi Minimum dan Label Tanda Hemat Energi untuk sejumlah peralatan, termasuk AC, kulkas, kipas angin, lampu LED, dan televisi.

Reporter: Dolly Sandro