Inhu Buka 2 Rumah Oksigen Gratis bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

Rumah oksigen gratis di Kecamatan Peranap dan Kecamatan Pasir Penyu untuk membantu warga terdampak kabut asap karhutla.
Penulis: Usman
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM, INHU – Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menghadirkan dua rumah oksigen gratis untuk membantu warga yang terdampak pencemaran udara.

Fasilitas ini menjadi salah satu upaya memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kabar itu diungkaokan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Indrawansyah SE MSI. Selasa (13/10/2026).

Dia mengatakan bahwa rumah oksigen merupakan fasilitas kesehatan darurat yang menyediakan pasokan oksigen medis secara gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap.

Peluncuran perdana rumah oksigen dilakukan di Kecamatan Peranap, kemudian disusul di Kecamatan Pasir Penyu, tepatnya di puskesmas setempat.

“Rumah oksigen ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Apalagi, pada musim kabut asap, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) cenderung mengalami lonjakan,” ujar Indrawansyah.

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh akses oksigen medis secara gratis, sekaligus menjadi langkah responsif pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.

Penyediaan rumah oksigen ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan pernapasan saat kabut asap melanda.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah warga terdampak memperoleh pertolongan kesehatan.

Namun, alamat lengkap kedua rumah oksigen, jam operasional, serta persyaratan pelayanan belum dapat dipastikan dari informasi sumber yang berhasil diakses.

Warga disarankan mengonfirmasi langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu atau fasilitas kesehatan setempat sebelum mendatangi lokasi.

Kabut asap akibat karhutla berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan berat perlu segera mencari pertolongan medis. Rumah oksigen dapat menjadi fasilitas pendukung, tetapi bukan pengganti pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi pasien.

Pemerintah daerah juga akan terus memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak tersedia, mudah dijangkau, dan dapat diakses secara gratis sesuai ketentuan layanan.

Reporter: Usman