Laka Maut di Tol Medan-Tebing Tinggi, ASN Tewas di Lokasi

Toyota Avanza Veloz mengalami kecelakaan setelah menabrak kendaraan yang diduga truk tronton di Tol Tebing Tinggi–Medan.
Penulis: Anto
Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:23:00 WIB

MEDAN- RIAUEXPOSE.COM – Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi kembali menjadi lokasi kecelakaan maut. Sebuah Toyota Avanza Veloz menabrak bagian belakang kendaraan yang diduga truk tronton di KM 66/800 Jalur B, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (4/10/2026) dini hari.

Kecelakaan lalu lintas tersebut mengakibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN), Muhammad Nuh (51), warga Kabupaten Mandailing Natal, meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu, Toyota Avanza Veloz bernomor polisi BB 1846 XR yang dikemudikan Husni Kali (39), seorang tenaga honorer asal Mandailing Natal, melaju dari arah Tol Tebing Tinggi menuju Medan melalui Jalur B.

Setibanya di KM 66/800, mobil tersebut diduga menabrak bagian belakang kendaraan di depannya yang disebut merupakan truk tronton.

Benturan keras menyebabkan kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai AKP Bringin Jaya mengatakan, selain Muhammad Nuh, terdapat dua orang lainnya di dalam mobil.

Pengemudi mengalami luka pada bagian dagu, sementara penumpang lainnya, H. Arifin Nasution (71), mengalami sakit dan sesak pada bagian dada.

“Mobil Avanza Veloz tersebut melaju dari arah Jalan Tol Tebing Tinggi menuju ke arah Medan. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang kendaraan di depannya yang diduga truk tronton,” kata Bringin Jaya, Minggu (4/10/2026).

Usai benturan, pengemudi truk tronton yang belum diketahui identitas maupun nomor registrasi kendaraannya tersebut diduga meninggalkan lokasi kejadian.

Kondisi ini membuat peristiwa tersebut turut didalami polisi sebagai dugaan tabrak lari.

Petugas Satlantas Polres Serdang Bedagai kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, mengamankan kendaraan serta barang bukti dan melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas kendaraan yang terlibat.

Polisi juga berkoordinasi dengan Senkom JMKT untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kecelakaan.

Namun begitu, perangkat CCTV di kawasan tersebut dilaporkan sedang mengalami gangguan atau kerusakan sehingga belum dapat memberikan rekaman yang dibutuhkan.

Meski demikian, kepolisian memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap secara terang kronologi kecelakaan maut di Tol Medan-Tebing Tinggi tersebut, termasuk keberadaan kendaraan tronton yang diduga terlibat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna jalan tol untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi pengemudi tetap prima selama perjalanan.

Reporter: Anto