PT KTU Siapkan 5 Menara Pantau Karhutla, Perkuat Deteksi Dini di Siak
Riauexpose.com SIAK – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak terus diperkuat. PT Kimia Tirta Utama (KTU) menyiagakan berbagai sarana dan personel, termasuk lima menara pantau api setinggi sekitar 25 meter untuk mendeteksi potensi hotspot dan fire spot secara lebih dini.
Kesiapan tersebut terungkap dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Karhutla 2026yang digelar di Sport Center PT KTU, Jalan Pertamina Kilometer 2, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (27/8/2026).
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi, meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak tidak hanya menjaga areal konsesinya, tetapi juga ikut berperan dalam mengantisipasi kebakaran di lahan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha.
“Kami berharap perusahaan yang ada di Kabupaten Siak dapat menjaga lahan masyarakat yang ada di sekitarnya, sebagai bentuk antisipasi karhutla agar daerah kita ini tidak terkena dampak buruk dari asap kebakaran yang berbahaya,” ujar Syamsurizal.
Syamsurizal mengungkapkan, sepanjang Agustus 2026 sejumlah wilayah di Kabupaten Siak telah mengalami karhutla.
Di antaranya, kebakaran lahan di Kampung Buatan II dengan luas sekitar 7 hektare, Kampung Mengkapan sekitar 0,5 hektare dan Kampung Penyengat seluas 6 hektare. Seluruh titik tersebut telah berhasil dipadamkan.
Namun begitu, Satgas Karhutla masih melakukan penanganan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dan Dayun.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan personel dan peralatan menjadi penting, terutama menghadapi potensi kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak kabut asap.
Dalam kegiatan tersebut, kesiapan sarana dan prasarana PT KTU turut diperiksa. Personel juga melakukan simulasi pemadaman sebagai gambaran penanganan ketika terjadi kondisi darurat di lapangan.
Asisten Sustainability PT KTU, Syamri Kardo, mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan karhutla, mulai dari pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli, pemantauan wilayah hingga kesiapan regu pemadam.
PT KTU membina MPA di sekitar wilayah operasional. Setiap kelompok MPA terdiri dari lima orang yang telah mendapatkan sosialisasi dan dilibatkan dalam patroli bersama.
“Untuk MPA, masing-masing ada lima orang. Kita sudah lakukan sosialisasi dan pernah juga melakukan patroli bersama. Untuk kegiatan MPA sendiri kita berkolaborasi agar mereka siap kapan saja dalam penanganan karhutla,” kata Syamri.
Selain melibatkan masyarakat, PT KTU mengandalkan lima menara pantau api dengan ketinggian sekitar 25 meter. Petugas ditempatkan untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi wilayah.
Pemantauan dilakukan setiap jam untuk mendeteksi kemungkinan munculnya hotspot maupun fire spot.
“Pemantauan api kami menggunakan lima menara pantau setinggi sekitar 25 meter. Ada petugas yang piket dan memantau setiap jam. Hotspot kita pantau terus,” ujarnya.
Informasi hasil pemantauan juga terus dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan Koto Gasib. Jika kondisi kebakaran berkembang dan membutuhkan penanganan lebih luas, PT KTU menyatakan siap berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Manggala Agni.
Untuk memperkuat pengendalian karhutla, PT KTU juga memiliki tiga regu pemadam kebakaran dengan total 45 personel yang disiagakan untuk melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran.
Kekuatan tersebut didukung sejumlah peralatan, antara lain dua unit mobil pemadam kebakaran, kendaraan patroli, pompa portabel berdaya 5 horsepower (HP), pompa induk 25 HP serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Pemantauan juga diperkuat dengan memanfaatkan Dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Sistem tersebut digunakan untuk melihat perkembangan hotspot dan fire spot di wilayah sekitar.
Apabila terdapat indikasi kebakaran, informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan ground check atau pengecekan langsung ke lapangan.
Wakil Bupati Siak mengungkapkan, kesiapan menghadapi karhutla tidak cukup hanya dengan memiliki peralatan. Kemampuan personel juga harus terus ditingkatkan agar mampu bergerak cepat ketika kebakaran terjadi.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperkuat kapasitas MPA di kampung-kampung yang berada di sekitar wilayah perusahaan.
“Langkah ini tidak boleh berhenti di sini saja. Kita harus meningkatkan kemampuan kita dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu kita terus meningkatkan keterampilan dan didukung sarana prasarana yang baik agar memudahkan dalam pekerjaan,” pungkas Syamsurizal.
"BACA JUGA" Akses Masuk Tol Pekanbaru–Dumai Dialihkan Mulai 28 Agustus 2026, Lewat Pintu Tol Bypass Dasco Siap Mundur jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 2026 Bupati Afni Bersama Forkopimda Padamkan Karhutla di Lintasan Harimau Sumatera