Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Lewat CSR BUMN, Pemkab Siak Buka Pameran Sejarah di Bandara SSK II Pekanbaru

Pameran sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura di Terminal Keberangkatan Bandara SSK II Pekanbaru.
Pameran sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura di Terminal Keberangkatan Bandara SSK II Pekanbaru.

Riauexpose.com PEKANBARU – Calon penumpang yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kini memiliki pengalaman baru sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.
Pemerintah Kabupaten Siak menghadirkan pameran sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura di Terminal Keberangkatan, sehingga masyarakat dapat menikmati wisata sejarah secara gratis sembari menunggu jadwal penerbangan.

Pameran yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Siak bersama PT Angkasa Pura.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

BACA JUGA: Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, LBH Sebut Petugas GT Kandis Utara Lalai

Selain menjadi sarana edukasi, pameran tersebut mampu memperkenalkan warisan sejarah Melayu dan sosok Sultan Syarif Kasim II kepada masyarakat dari berbagai daerah yang datang maupun berangkat melalui pintu gerbang utama Provinsi Riau.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengatakan pameran tersebut menampilkan perjalanan panjang Kerajaan Siak Sri Indrapura, termasuk kiprah Sultan Syarif Kasim II yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Menurut Afni, pemilihan lokasi di area terminal keberangkatan bukan tanpa alasan.

Bandara merupakan tempat yang dilalui ribuan orang setiap hari sehingga memiliki nilai penting sebagai media edukasi sejarah.

“Pameran ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi General Manager Angkasa Pura, Bapak Achmad, dengan Pemkab Siak beberapa waktu lalu,” ujar Afni di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Setelah berkunjung ke Istana Siak, lanjut Afni, pihak Angkasa Pura menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan pameran bertema pahlawan nasional melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga tidak membebani APBD Kabupaten Siak.

Ia menjelaskan, dukungan melalui program CSR tersebut menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan BUMN dalam menghadirkan ruang edukasi publik tanpa menggunakan anggaran daerah.

Afni berharap pameran sejarah tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menjadi bagian permanen dari wajah Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Menurutnya, keberadaan ruang sejarah di bandara akan membantu masyarakat memahami alasan penggunaan nama Sultan Syarif Kasim II sebagai nama bandara, sekaligus mengenalkan kontribusi besar Kerajaan Siak dalam perjalanan sejarah Riau dan Indonesia.

“Pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah Kerajaan Siak, sekaligus memperkenalkan sosok Sultan Syarif Kasim II kepada generasi muda maupun para tamu yang datang ke Riau,” katanya.

Tak hanya menghadirkan pameran sejarah, Pemerintah Kabupaten Siak juga memperoleh ruang khusus untuk menampilkan seni dan budaya Melayu Siak di kawasan Bandara SSK II Pekanbaru.

Ruang tersebut akan dimanfaatkan sebagai etalase budaya yang menampilkan kekayaan tradisi, seni, serta potensi pariwisata Kabupaten Siak kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Alhamdulillah Kabupaten Siak juga mendapatkan space untuk menampilkan seni dan budaya kemelayuan Siak di Bandara SSK II Pekanbaru. Semoga ini dapat menjaga ingatan terhadap sejarah sekaligus menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Siak,” pungkas Afni menyudahi.

BACA JUGA: Kematian dr Alex Cristo Loris Akibat Rocuronium, Bukan Korban Pembunuhan

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png