Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Dua Dokter di Riau Meninggal Tak Wajar, Polisi Selidiki Dua Kasus Berbeda

Polisi menyelidiki kematian dokter PPDS di Siak dan dokter spesialis jiwa RSJ Tampan Pekanbaru.
Kolase Foto almarhum dokter PPDS di Siak dan dokter spesialis jiwa RSJ Tampan Pekanbaru.

Riauexpose.com PEKANBARU – Dua kasus kematian dokter yang terjadi dalam rentang waktu dua pekan terakhir di Provinsi Riau menjadi perhatian publik.

Meski terjadi di lokasi berbeda dan belum terbukti saling berkaitan, kedua peristiwa tersebut sama-sama masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian masing-masing korban.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Kasus pertama menimpa dr. Alex Cristo Loris, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak.

Korban ditemukan meninggal dunia di semak belukar di luar pagar rumah sakit pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin sore (13/7/2026).

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos, mengatakan dokter forensik Polda Riau telah melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Namun hingga kini penyebab kematian belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap sampel forensik.

“Dokter forensik masih memerlukan pemeriksaan lanjutan sehingga belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu,” ujar Kosmos beberapa waktu lalu.

Korban diketahui baru sekitar sepekan menjalani penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak.

Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang menjadi petunjuk sebelum jasad korban ditemukan.

Sementara itu, kasus kedua terjadi di Pekanbaru. dr. Willy Jaya Suento, Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa yang bertugas di RSJ Tampan Provinsi Riau, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar Hotel Favor, Jalan Ahmad Yani, Rabu (22/7/2026) lalu.

Penemuan jenazah berawal ketika korban tak kunjung cek-out dan petugas hotel tidak memperoleh respons dari dalam kamar.

Setelah pintu dibuka oleh petugas engineering bersama keamanan hotel, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 14.15 WIB dan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan duduk membungkuk di samping tempat tidur. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk visum,” ujar Anggi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dugaan awal tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian masih menunggu hasil visum,” tambahnya.

Polisi menyebut dr. Willy Check-in di hotel tersebut pada Senin malam (20/7/2026) dan sempat memperpanjang masa menginap sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

LBH Peduli Bangsa Minta Publik Tidak Berspekulasi

Menanggapi dua peristiwa tersebut, Ketua LBH Peduli Bangsa KAI Riau Adv Ricardo Simanjuntak S.H., CPM, meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan kedua kasus tanpa dasar hukum maupun hasil penyelidikan resmi.

Ketua LBH Peduli Bangsa KAI Riau mengungkapkan bahwa setiap kematian yang belum diketahui penyebabnya harus diperlakukan sebagai objek penyelidikan ilmiah dan hukum, bukan bahan spekulasi di ruang publik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membangun opini ataupun menghubungkan kedua peristiwa ini tanpa bukti yang sah. Percayakan proses kepada penyidik dan tim forensik agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara objektif,” ujarnya.

Ricardo juga meminta kepolisian mengusut kedua perkara secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum. Namun apabila hasil forensik menyatakan tidak terdapat unsur pidana, masyarakat juga harus menghormati kesimpulan ilmiah tersebut. Prinsip praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Polres Siak maupun Polresta Pekanbaru masih menunggu hasil pemeriksaan forensik sebagai dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua dokter tersebut.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png