Riauexpose.com | Persidangan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru kian hari semakin memanas.
Dalam momen yang menyita perhatian, Wahid secara tegas menyebut kesaksian tiga kepala UPT “bohong” saat sidang berlangsung, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan lantang itu disampaikan langsung di hadapan majelis hakim yang dipimpin Delta Tamtama. Bahkan, suasana sidang sempat mencair ketika ketua majelis hakim terlihat tersenyum mendengar dinamika jawaban yang berkembang di ruang sidang.
Tak hanya membantah, Wahid juga menegaskan kepada para saksi yang merupakan mantan anak buahnya agar menyampaikan keterangan sesuai fakta.
“Kalian jangan berbohong, sampaikan sesuai fakta saja,” tegasnya di persidangan.
Menurut Wahid, kesaksian yang disampaikan oleh ketiga kepala UPT tersebut tidak mencerminkan kejadian sebenarnya. Ia bahkan menduga adanya skenario tertentu di balik keseragaman keterangan para saksi.
“Ini semua menurut saya sudah disetting, dan itu tidak pernah saya ungkapkan seperti yang disampaikan para saksi,” ujarnya.
Sebelumnya, kesaksian tiga kepala UPT memang menuai sorotan karena dinilai janggal. Ketiganya memberikan jawaban yang hampir seragam, termasuk terkait tafsir pernyataan “matahari satu” yang disebut sebagai bentuk ancaman.
Keanehan semakin mencuat lantaran para saksi mengaku merasa terancam, namun tidak pernah melaporkan hal tersebut kepada Gubernur maupun pihak berwenang. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah publik.
Reaksi masyarakat pun bermunculan, terutama di media sosial. Banyak yang mempertanyakan konsistensi dan keabsahan kesaksian tersebut, bahkan mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut lebih dalam dugaan kejanggalan yang muncul di persidangan.
Terkait sikap saling bantah antara terdakwa dan para saksi, sidang Abdul Wahid diprediksi akan terus menjadi perhatian publik.
Dinamika yang terjadi di ruang sidang kini menjadi penentu dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik perkara ini.















