Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba, Gerak Cepat Sasar Panipahan-Rohil Pasca Kerusuhan

Perang melawan narkoba di Riau makin digencarkan. Polda Riau resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba untuk memburu jaringan peredaran gelap sekaligus memperkuat edukasi masyarakat, di wilayah rawan seperti Rokan Hilir.
Satgas Anti Narkoba Polda Riau turun ke Panipahan Rohil

Riauexpose.Com | Perang melawan narkoba di Bumi Lancang Kuning makin digencarkan.

Polda Riau resmi membentuk Satuan Tugas Satgas Anti Narkoba untuk memburu jaringan peredaran gelap sekaligus memperkuat edukasi masyarakat, di wilayah rawan seperti Rokan Hilir.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, kepada rekan media, Senin (13/4).

Pandra mengungkapkan bahwa pembentukan satgas ini merupakan instruksi langsung Kapolda Riau, Herry Heryawan, sebagai respons atas meningkatnya peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Satgas ini kata Pandra, dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Riau dan melibatkan lintas fungsi, di antaranya Direktorat Reserse Narkoba serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), guna memastikan penanganan berjalan komprehensif dan terukur.

Menurut Pandra, pembentukan satgas mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta mendukung program nasional P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Satgas ini juga akan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota agar penanganan lebih terpadu dan efektif,” jelas Pandra, Senin (13/4/2026).

Tak hanya fokus pada penindakan, pendekatan yang digunakan juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui konsep pentahelix, yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, akademisi, dan media.

Dalam implementasinya, tim Satgas bahkan turun langsung ke wilayah Panipahan, Rohil.

Di sana, petugas tampak berbaur dengan pelajar dan tenaga pendidik untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, dampak negatifnya, serta ancaman hukuman bagi pelaku dan pengguna.

Polda Riau juga menggandeng generasi muda melalui pembentukan relawan dan duta anti narkoba sebagai garda terdepan pencegahan.

Sejumlah figur publik turut dilibatkan dalam kampanye ini, seperti Okan Kornelius, serta Pepi dan Sandi, yang aktif menyuarakan pesan anti narkoba kepada masyarakat.

“Kehadiran relawan dan publik figur ini menjadi bagian dari upaya masif menekan peredaran narkotika yang belakangan ramai diperbincangkan, khususnya di Panipahan,” pungkas Pandra menyudahi.

Exit mobile version