Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Mimpi Buruk Bagi AS, Iran Siapkan Kapal Selam Mini Hadapi Armada Laut Amerika

Penampakan kapal selam mini Iran
Penampakan kapal selam mini Iran (istimewa) Riauexpose.Com

JAKARTA Riauexpose.Com.~ Selama puluhan tahun, Angkatan Laut Amerika Serikat membangun mesin perang paling canggih di dunia: kelompok tempur kapal induk, jet siluman, hingga kapal selam nuklir seukuran kota kecil.

Namun begitu, semua kecanggihan itu kini disebut berpotensi dihadapkan pada ancaman yang jauh lebih sederhana-sesuatu seukuran bus kota.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Iran dikabarkan memiliki kemampuan yang dapat menjadi “mimpi buruk” bagi Amerika Serikat di kawasan Teluk, khususnya di Selat Hormuz, jalur perairan tersibuk dan paling strategis bagi pengiriman minyak dunia.

Ancaman itu datang dari armada kapal selam mini kelas Ghadir milik Teheran.

Menurut analisis yang dimuat dalam surat kabar The Telegraph, kapal selam mini ini mungkin terlihat kecil dan sederhana, tetapi justru menjadi lawan yang sulit dideteksi di perairan Teluk yang dangkal, keruh, dan penuh kebisingan.

Kedalaman air yang rata-rata hanya 30 meter, ditambah dengan lalu lintas kapal tanker serta getaran dari aktivitas pengeboran minyak, membuat sensor-sensor tercanggih sekalipun kesulitan membedakan ancaman dari kebisingan latar.

“Anda bisa memiliki sensor terbaik di bumi, tetapi ketika air hanya sedalam 30 meter dan dipenuhi kebisingan kapal tanker serta getaran pengeboran, sensor-sensor itu mulai menebak-nebak, bukan mengetahui,” demikian gambaran yang disajikan dalam laporan tersebut.

Iran disebut telah menghabiskan 40 tahun terakhir untuk menguasai “kekacauan” di perairan dangkal itu. Satu kapal selam kelas Ghadir, dalam satu malam, dapat menyebarkan puluhan ranjau secara diam-diam di jalur pelayaran terpenting dunia.

Proses pembersihan ranjau itu sendiri dapat memakan waktu berminggu-minggu dengan risiko tinggi, terutama jika masih ada kapal selam lain yang mengintai.

Keunggulan kapal selam mini ini terletak pada kemampuannya untuk bersembunyi di tengah lingkungan akustik yang kompleks.

Dengan biaya yang relatif murah-sekitar 20 juta dolar AS per unit-kapal ini menjadi lawan yang tidak seimbang bagi kapal perang AS yang nilainya mencapai miliaran dolar.

Para pengamat militer menilai bahwa kehadiran kapal selam mini Ghadir mengubah dinamika pertahanan di kawasan Teluk.

Tidak hanya menambah lapisan ancaman bagi kapal-kapal perang AS, tetapi juga menciptakan risiko ketidakpastian yang tinggi di jalur perdagangan minyak dunia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon terkait analisis yang dipublikasikan oleh The Telegraph tersebut.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png