Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Mahasiswa Asal Siak Ciptakan Lampu dari Air Gambut, Raih Dua Penghargaan Internasional di Malaysia

Julis Andreas Wijaya Gea, mahasiswa Universitas Riau asal Kecamatan Dayun, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Gold Medal dan Contribution Award
Julis Andreas Wijaya Gea, mahasiswa Universitas Riau asal Kecamatan Dayun, bersama Bupati Siak Afni Zulkifli (istimewa).

Riauexpose.com || Di tengah isu krisis energi dan tantangan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan, seorang putra daerah asal Kabupaten Siak berhasil mencuri perhatian dunia.

Julis Andreas Wijaya Gea, mahasiswa Universitas Riau asal Kecamatan Dayun, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Gold Medal dan Contribution Award pada ajang internasional Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition (Pi-ENVEX) 2026 di Malaysia melalui inovasi lampu energi alternatif berbahan dasar air gambut.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Prestasi membanggakan tersebut menjadi bukti bahwa potensi lahan gambut yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan ternyata dapat diubah menjadi sumber energi masa depan melalui sentuhan riset dan inovasi anak bangsa.

Lampu Berbahan Air Gambut Mampu Menyala Hingga 408 Jam

Andreas mengungkapkan, ide penelitian itu lahir dari kondisi geografis daerah asalnya di Kabupaten Siak yang memiliki hamparan lahan gambut luas dengan ketersediaan air gambut yang melimpah.

Berbekal kajian ilmiah dari berbagai jurnal penelitian, ia menemukan bahwa air gambut memiliki tingkat keasaman (pH) antara 3 hingga 5 serta mengandung elektrolit alami yang berpotensi menghantarkan arus listrik apabila dikombinasikan dengan logam tertentu.

“Bermula dari studi literatur, saya menemukan bahwa air gambut memiliki kandungan elektrolit yang dapat dimanfaatkan sebagai media penghantar listrik melalui metode elektrokimia,” ujar Andreas, Jumat (29/5/2026).

Bersama tim penelitinya, Andreas kemudian melakukan serangkaian eksperimen menggunakan metode sel volta atau sel elektrokimia.

Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang mampu menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan satu liter air gambut.

Temuan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kawasan lahan gambut.

Bersaing dengan Peserta dari 11 Negara

Inovasi karya mahasiswa Universitas Riau itu mendapat perhatian para juri pada ajang Pi-ENVEX 2026 yang diikuti peserta dari 11 negara.

Melalui presentasi riset dan demonstrasi teknologi yang dikembangkan, Andreas berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Gold Medal dan Contribution Award, mengungguli berbagai inovasi dari peserta internasional lainnya.

Prestasi tersebut tidak hanya mengangkat nama Universitas Riau, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak dan Provinsi Riau di kancah global.

Bupati Siak Bangga, Siap Dukung Pengembangan Riset

Keberhasilan Andreas mendapat apresiasi langsung dari Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat menerima kunjungan mahasiswa berprestasi tersebut di Rumah Dinas Bupati Siak.

Menurut Afni, capaian yang diraih Andreas membuktikan bahwa generasi muda Siak memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional melalui karya berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Tentu kami sangat bangga atas capaian mahasiswa asal Kabupaten Siak yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional melalui karya inovatif berbasis riset dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, siap memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan maupun riset Andreas agar inovasi tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Potensi Energi Baru dari Lahan Gambut Riau

Andreas berharap inovasi lampu berbasis air gambut yang dikembangkannya tidak berhenti pada tahap penelitian semata.

Ia ingin hasil riset tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga penelitian.

Menurutnya, teknologi sederhana tersebut berpotensi menjadi alternatif penerangan murah dan ramah lingkungan bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Keberhasilan Julis Andreas Wijaya Gea juga menjadi bukti bahwa lahan gambut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber inovasi energi masa depan.

73 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png