Pesan Moral Riau Bhayangkara Run 2026: Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Jaga Hutan, Gajah dan Harimau Sumatra

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pesan moral pelestarian lingkungan pada Riau Bhayangkara Run 2026 di Mapolda Riau.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pesan moral pelestarian lingkungan pada Riau Bhayangkara Run 2026 di Mapolda Riau.

Riauexpose.com PEKANBARU – Di balik semarak ribuan pelari yang memadati kawasan Mapolda Riau pada gelaran Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar garis finis.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai awal membangun kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kelestarian hutan, serta melindungi satwa endemik Sumatra seperti gajah dan harimau.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Riau Bhayangkara Run 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara itu mengusung tema “Riau Melawan Karhutla”.

Menurut Kapolda, olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga alam.

“Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan di hadapan ribuan peserta pagi itu.

Kalimat sederhana tersebut mengandung makna mendalam. Kelestarian hutan merupakan penyangga kehidupan yang menyediakan udara bersih, sumber air, menjaga keseimbangan iklim, sekaligus menjadi rumah bagi berbagai satwa liar yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatra.

Kapolda menjelaskan bahwa hutan Riau memiliki peran strategis, bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi Indonesia bahkan dunia. Karena itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perambahan kawasan, serta kerusakan habitat harus menjadi perhatian bersama.

Satwa endemik atau hewan hanya hidup dan hanya ditemukan secara alami di wilayah tertentu, dan tidak secara alami ditemukan di tempat lain.seperti gajah Sumatra dan harimau Sumatramerupakan bagian penting dari keseimbangan ekosistem.

Hilangnya habitat akibat kerusakan hutan dapat meningkatkan konflik antara manusia dan satwa liar, sekaligus mengancam kelangsungan hidup spesies yang kini berstatus terancam punah.

Melalui tema “Riau Melawan Karhutla”, Kapolda berharap masyarakat semakin memahami bahwa mencegah kebakaran hutan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, TNI, Polri, maupun instansi terkait, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Riau Bhayangkara Run 2026 kini menjadi simbol bahwa langkah kecil, seperti berlari bersama, dapat menjadi awal lahirnya gerakan besar untuk menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Selain mengampanyekan gaya hidup sehat, RBR 2026 ini juga memperkuat pesan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

Hutan yang terpelihara akan memberikan manfaat bagi kehidupan, mulai dari kualitas udara yang lebih baik, keberlangsungan sumber daya air, hingga terjaganya habitat satwa langka.

Melalui Riau Bhayangkara Run 2026, Polda Riau ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab generasi saat ini, tetapi juga bentuk investasi bagi masa depan anak cucu.

Sebab, alam yang lestari akan terus memberikan kehidupan, sementara alam yang rusak akan meninggalkan berbagai persoalan bagi generasi berikutnya.

Lewat semangat kebersamaan, olahraga, dan kepedulian terhadap lingkungan, Riau Bhayangkara Run 2026 akan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tidak hanya hidup sehat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nyata menjaga hutan serta melindungi gajah dan harimau Sumatra sebagai warisan alam yang tak ternilai.

Exit mobile version