Riauexpose.com || Kenaikan harga BBM Non subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi sorotan publik.
Sementara itu, Pertamax Green juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan tersebut memicu beragam respons dari masyarakat. Namun begitu, pihak Danantara Indonesia menegaskan bahwa penyesuaian harga merupakan langkah yang tidak bisa dihindari mengingat Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar dan perkembangan harga minyak dunia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan bahwa selama ini harga Pertamax sebenarnya masih berada di bawah harga keekonomian yang semestinya berlaku.
Menurutnya, jika harga terus ditahan, maka beban yang harus ditanggung perusahaan akan semakin besar dan berpotensi mengganggu keberlanjutan bisnis energi nasional.
“Pertamax adalah BBM non-subsidi yang memang harus mengikuti mekanisme pasar. Harga tidak bisa terus ditahan karena akan menjadi beban bagi perusahaan,” ujar Dony Oskaria.
Dia menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi global, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pengguna Pertamax Dinilai Didominasi Kalangan Menengah ke Atas
Dony juga menilai mayoritas pengguna Pertamax berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas.
Karena itu, menurutnya tidak tepat apabila BBM non-subsidi terus mendapatkan perlakuan berupa penahanan harga yang berujung pada beban keuangan perusahaan.
“Pengguna Pertamax pada umumnya berasal dari kelompok menengah ke atas. Karena itu, kebijakan harga harus mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya dan tidak membebani perusahaan,” katanya.
Ia bahkan menyebut harga Pertamax yang berlaku saat ini masih lebih rendah dibandingkan harga keekonomian yang seharusnya diterapkan berdasarkan kondisi pasar internasional.
“Kalau dihitung secara keekonomian, harga Pertamax saat ini sebenarnya masih berada di bawah harga riil,” tegasnya.
Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green tersebut telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keadilan dalam distribusi subsidi energi agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap alokasi subsidi dan berbagai bentuk dukungan negara dapat difokuskan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan.
Daftar Harga BBM Terbaru Mulai 10 Juni 2026
Berikut harga BBM non-subsidi terbaru:
Pertamax: naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter
Pertamax Green: naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan harga tersebut diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan distribusi barang, meskipun pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal dan keberlanjutan sektor energi nasional.










