PADANG, RIAUEXPOSE.COM — Belum genap empat bulan memimpin Polda Sumatera Barat, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy harus mengakhiri tugasnya sebagai Kapolda Sumbar.
Dalam mutasi terbaru Polri, posisi tersebut dipercayakan kepada Irjen Pol. Jawari, sosok berpengalaman yang sebelumnya menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM Kapolri).
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Mutasi ini menjadi bagian dari rotasi 19 Kapolda di sejumlah wilayah Indonesia pada awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Irjen Djati Wiyoto sendiri baru menduduki kursi Kapolda Sumbar pada awal Juli 2026. Ia sebelumnya dipercaya memimpin Polda Kalimantan Utara dan menggantikan Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta sebagai Kapolda Sumbar.
Dalam telegram mutasi terbaru itu, Djati tidak keluar dari institusi Polri. Ia dimutasi sebagai Perwira Tinggi Badan Intelkam Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional. Djati juga membenarkan informasi mutasi tersebut.
Sementara itu, Irjen Pol. Jawari mendapat amanah baru sebagai Kapolda Sumatera Barat. Sebelum ditunjuk memimpin Polda Sumbar, Jawari menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM.
Irjen Pol. Jawari merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990. Perwira kelahiran 1969 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang kepolisian, termasuk sejumlah jabatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan teknologi informasi.
Berdasarkan profil yang dipublikasikan Sumbarkita, pada 2010 Jawari pernah menjabat Kepala Bidang Teknologi Informasi Polda Jawa Timur. Empat tahun kemudian, ia dipercaya menduduki posisi Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Kalimantan Timur.
Penunjukan Jawari sebagai Kapolda Sumbar menempatkannya sebagai pimpinan baru yang akan meneruskan roda organisasi dan pelayanan kepolisian di wilayah Sumatera Barat.
Pergantian Kapolda Sumbar merupakan bagian dari mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sebanyak 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian dalam telegram yang sama.
Selain Sumbar, rotasi juga menyentuh sejumlah Polda strategis, di antaranya Polda Metro Jaya, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Sulawesi Selatan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan organisasi, pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny, seperti dikutip ANTARA.
Dengan pergantian tersebut, perhatian publik Sumatera Barat kini tertuju kepada Irjen Jawari.
Sebagai Kapolda baru, ia akan memimpin Polda Sumbar sekaligus melanjutkan agenda pelayanan dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat di Ranah Minang.
Pergantian yang berlangsung relatif cepat dari Djati Wiyoto ke Jawari juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto yang baru resmi menjabat pada awal Oktober 2026.