Polres Kampar Luncurkan Program Peduli Pengangguran
RIAUEXPOSE.COM KAMPAR — Tak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Kampar kini mengambil langkah nyata untuk membantu warga mendapatkan pekerjaan.
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Polres Kampar menggandeng Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) untuk memperluas akses pelatihan dan peluang kerja bagi masyarakat usia produktif yang belum bekerja.
Program tersebut mulai digerakkan melalui pertemuan koordinasi yang dipimpin Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama jajaran Disperinaker Kabupaten Kampar, Kamis (22/10/2026) pagi, di kantor Disperinaker setempat.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus tindak lanjut arahan Kapolri agar kehadiran polisi memberikan manfaat nyata di tengah kehidupan warga.
Kepala Disperinaker Kabupaten Kampar, Edwar, SE, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten Kampar mengalami peningkatan dari 3,67 persen pada 2024 menjadi 4,57 persen pada 2025. Angka tersebut setara dengan 19.593 jiwa.
Menurut Edwar, salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah kebijakan peremajaan atau replanting di sejumlah perusahaan yang berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja.
Untuk menjawab tantangan itu, Disperinaker telah menyiapkan berbagai program peningkatan keterampilan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelatihan Kerja.
Sepanjang 2026, terdapat 11 jenis pelatihan kerja yang diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.
Selain pelatihan, Disperinaker juga merencanakan pembukaan gelombang pelatihan berikutnya pada pekan mendatang serta penyelenggaraan bursa kerja atau job fair yang menyediakan sekitar 333 lowongan pekerjaan.
Upaya lainnya dilakukan melalui persiapan aplikasi pencari kerja untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi lowongan. Disperinaker juga telah menerbitkan 557 kartu pencari kerja yang datanya akan diperbarui.
Edwar menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program Poliran agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan maupun kesempatan kerja.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menjelaskan bahwa program Poliran tidak berhenti pada koordinasi antarlembaga.
"Jajaran Polres Kampar melalui para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pendataan warga yang belum memiliki pekerjaan di tingkat desa," ujar Boby.
Masih kata Boby, data tersebut selanjutnya akan disinkronkan dengan data Disperinaker agar kebutuhan pencari kerja dapat dipetakan secara lebih terarah.
Polres Kampar juga berupaya membangun komunikasi dan pertukaran informasi dengan perusahaan serta badan usaha milik negara (BUMN) di wilayah Kabupaten Kampar.
Langkah ini diharapkan dapat mempertemukan warga yang membutuhkan pekerjaan dengan pihak yang memiliki kebutuhan tenaga kerja.
Tak hanya membantu pendataan, Polres Kampar menyatakan kesiapan untuk menugaskan personel terpilih menjadi instruktur dalam kegiatan pelatihan kerja yang diselenggarakan Disperinaker.
Pertemuan koordinasi tersebut menghasilkan dua kesepakatan utama. Pertama, Polres Kampar dan Disperinaker akan menyusun nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama pelaksanaan program Poliran.
Kedua, Polres Kampar akan menunjuk personel terpilih untuk mendukung kegiatan pelatihan kerja sebagai instruktur.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu berakhir pada pukul 09.15 WIB. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, sejumlah pejabat utama Polres Kampar, serta jajaran pejabat Disperinaker Kabupaten Kampar.
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, sinergi kepolisian dan pemerintah daerah tidak hanya memperkuat pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga membuka jalan bagi warga usia produktif untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pekerjaan.