Datang karena Tugas, Pergi karena Perintah, LAM Riau Lepas Herry

Komjen Pol Herry Heryawan saat menghadiri majelis pelepasan dan syukuran kepindahannya yang digelar LAM Riau di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).
Penulis: Dolly Sandro
Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:52:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM, PEKANBARU — Datang membawa amanah, pergi mengemban perintah. Namun, bagi Komjen Pol Herry Heryawan, meninggalkan Riau bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan perpisahan dengan tanah yang telah memberinya pengalaman, persaudaraan, dan kenangan mendalam.

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar majelis pelepasan dan syukuran kepindahan Herry Heryawan di Balairung Tenas Effendi, Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).

Acara tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdiannya selama menjabat Kapolda Riau sebelum menerima amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Suasana haru tersirat saat prosesi adat yang dihadiri para pemangku adat, alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat utama Polda Riau.

Rangkaian acara turut diisi alunan kompang, silat penyambutan, pembacaan syair, dan prosesi Tepuk Tepung Tawar sebagai simbol doa serta penghormatan.

Momen paling menyentuh terjadi ketika Herry Heryawan membacakan puisi karyanya berjudul Surat Cinta untuk Bumi Lancang Kuning.

Puisi tersebut menjadi ungkapan perasaan sekaligus salam perpisahan kepada masyarakat Riau yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Di hadapan para pemangku adat dan undangan, Herry menyampaikan bahwa meskipun dirinya meninggalkan Riau karena penugasan, ikatan batin dengan Bumi Lancang Kuning tidak akan terputus.

“Saya datang ke Riau sebagai Kapolda, tetapi saya meninggalkan Riau dengan membawa persaudaraan. Saya mungkin meninggalkan Riau dalam tugas, tetapi Riau tidak akan pernah saya tinggalkan dalam hati,” ungkap Herry.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa bagi seorang anggota Polri, jabatan dan tempat bertugas dapat berubah mengikuti kebutuhan organisasi.

Namun begitu, hubungan kemanusiaan, penghormatan terhadap adat, serta kenangan bersama masyarakat menjadi bagian yang tidak mudah dilupakan.

Perpisahan Herry Heryawan dengan masyarakat Riau menyusul penugasan barunya sebagai Kabaharkam Polri. Sebelumnya, ia memimpin Polda Riau selama sekitar 17 bulan, sejak Maret 2025.

Promosi tersebut merupakan bagian dari rotasi perwira Polri yang diumumkan pada awal Oktober 2026. Herry menggantikan Komjen Pol Karyoto, sementara posisi Kapolda Riau selanjutnya dijabat Irjen Pol Arman Achdiat.

Dalam perjalanan tugasnya di Riau, Herry dikenal mendorong pendekatan Green Policing, yakni polisi yang memberikan perhatian pada perlindungan lingkungan hidup dan keterlibatan masyarakat.

Gagasan tersebut relevan dengan tantangan Riau, terutama persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kerusakan ekosistem, serta perlindungan kawasan hutan dan gambut.

Kini, dengan tanggung jawab baru di tingkat nasional, pengalaman selama bertugas di Riau menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Herry juga menyampaikan terima kasih kepada para pemangku adat, alim ulama, dan masyarakat Riau atas dukungan serta tunjuk ajar yang diterimanya selama bertugas.

Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai Kapolda Riau terdapat perkataan, sikap, maupun keputusan yang kurang berkenan.

Pesan yang ditinggalkannya tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga keberlanjutan hubungan antara kepolisian, masyarakat, dan lingkungan.

Semangat Green Policing, menurut Herry, perlu terus dijaga melalui kegiatan nyata, seperti penanaman pohon, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pencegahan karhutla, dan perlindungan habitat satwa liar.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan komitmennya untuk melanjutkan semangat pemolisian berwawasan lingkungan yang telah dikembangkan selama kepemimpinan Herry.

Pergantian kepemimpinan di Polda Riau tidak memutus upaya membangun keamanan yang humanis sekaligus menjaga kelestarian alam.

Majelis pelepasan yang digelar LAM Riau menjadi tanda berakhirnya satu babak pengabdian Herry Heryawan di Bumi Lancang Kuning.

Ia datang ke Riau untuk menjalankan tugas negara dan kini melangkah menuju tanggung jawab baru atas perintah organisasi.

Di antara keduanya, terjalin pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan institusi kepolisian, tetapi juga hubungan dengan masyarakat dan nilai-nilai adat Melayu.

Bagi Riau, perpisahan ini menjadi momentum untuk meneruskan kerja sama dalam menjaga keamanan, merawat marwah adat, serta melindungi lingkungan hidup.

Seperti pesan yang disampaikan Herry Heryawan, jabatan boleh berganti dan tempat pengabdian boleh berubah, tetapi semangat melayani masyarakat harus tetap menyala.

Rawat adatnya, jaga masyarakatnya, lindungi alamnya. Pesan itu menjadi warisan moral yang akan  terus hidup di Bumi Lancang Kuning, bahkan setelah sang jenderal melanjutkan pengabdiannya di tempat yang baru.

Reporter: Dolly Sandro