Bupati Afni Ajak Komisi X DPR RI Tinjau Istana Siak, Minta Dukungan Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya

Bupati Afni Ajak Komisi X DPR RI Tinjau Istana Siak, Minta Dukungan Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya
Penulis: riauexpose
Kamis, 23 Juli 2026 | 11:26:56 WIB

Riauexpose.com SIAK - Kunjungan kerja dan reses Komisi X DPR RI di Kabupaten Siak diawali dengan peninjauan hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.

Selanjutnya, rombongan menikmati makan beranyut di tepian Sungai Siak sebelum mengunjungi sejumlah situs sejarah dan religi, yakni Masjid Sahabuddin, Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II, dan ditutup dengan peninjauan ke Istana Siak.

Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Siak Afni Zulkifli untuk mengajak langsung Ketua Rombongan Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian beserta anggota melihat kondisi Istana Siak yang menjadi ikon sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura sekaligus salah satu cagar budaya nasional.

Pada kesempatan itu, Afni menjelaskan besarnya nilai sejarah Istana Siak yang menjadi saksi kejayaan Kerajaan Siak serta pengabdian Sultan Syarif Kasim II kepada Republik Indonesia.

“Istana Siak merupakan bukti kejayaan Kerajaan Siak, salah satu kerajaan Melayu terbesar di Pulau Sumatra. Sultan Syarif Kasim II juga tercatat menyerahkan harta dan takhtanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan. Bangunan beserta koleksi peninggalannya masih berdiri kokoh hingga saat ini,” ujar Afni.

Namun begitu, menurut Afni, kondisi bangunan kini memerlukan penanganan serius. Salah satu bagian yang mengalami kerusakan adalah lantai dua istana yang telah lapuk sehingga tidak lagi aman dilalui wisatawan maupun tamu kehormatan.

Akibat kondisi tersebut, rombongan Komisi X DPR RI tidak dapat melihat langsung berbagai koleksi bersejarah yang masih tersimpan di lantai atas.

“Di lantai dua masih banyak tersimpan benda-benda peninggalan Kerajaan Siak. Namun, kondisinya tidak memungkinkan dikunjungi karena lantainya sudah lapuk dan dikhawatirkan tidak mampu menahan beban,” katanya.

Afni mengungkapkan kebutuhan anggaran revitalisasi Istana Siak diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.

Sementara itu, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Siak baru memperoleh bantuan dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp3,5 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut belum mencukupi untuk melakukan rehabilitasi secara menyeluruh terhadap bangunan cagar budaya yang menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Riau itu.

Karena itu, Afni berharap Komisi X DPR RI dapat memberikan perhatian dan dukungan agar pemerintah pusat mengalokasikan tambahan anggaran revitalisasi.

“Kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat untuk merenovasi Istana Siak. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa karena masih menyimpan berbagai peninggalan Kesultanan Siak yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Kunjungan kerja dan reses Komisi X DPR RI kali ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperjuangkan pelestarian Istana Siak sebagai warisan budaya nasional sekaligus destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai strategis bagi Provinsi Riau dan Indonesia.

Reporter: riauexpose