Tampak depan Hotel Hollywood di Riau
Riau  

Ratusan Hektare Lahan Ilegal di TNTN Diserahkan dan Dimusnahkan Demi Konservasi

Ratusan Hektare Lahan Ilegal di TNTN Diserahkan dan Dimusnahkan Demi Konservasi
Screenshot

Pelalawan — Langit cerah menaungi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Rabu (2/7/2025), saat langkah nyata penyelamatan hutan kembali diukir. Sebanyak 301 hektare lahan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal dimusnahkan.

Pemusnahan ini bukan sekadar penghapusan fisik lahan, tetapi menjadi simbol kolaborasi dan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Lahan tersebut sebelumnya dikuasai oleh seorang warga bernama Suyadi, yang secara sukarela menyerahkan kembali area tersebut untuk difungsikan sebagai hutan konservasi.

Kesadaran seperti ini sungguh memberi harapan. Ini bukan hanya tindakan hukum, tapi juga langkah pemulihan yang berasal dari kesadaran warga sendiri,” ujar Brigjen TNI Dody Triwinarto, Wadan Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKH).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), serta turut disaksikan oleh berbagai pejabat tinggi seperti Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Danrem 031/Wira Bima, dan Pj Sekda Provinsi Riau.

Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di Sumatera.

Pemusnahan berlangsung  Rabu, 2 Juli 2025, di bawah pengamanan 205 personel gabungan dari Polri dan TNI.

Tesso Nilo telah lama menghadapi tekanan dari perambahan dan pembalakan liar. Mengembalikan lahan ini ke fungsi semula sebagai hutan konservasi adalah bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Kami tidak akan ragu untuk menindak pelaku kejahatan kehutanan. Tapi ketika ada kesadaran seperti ini, kami pun memberi penghargaan. Ini bentuk sinergi antara hukum dan hati nurani,” ucap Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan.

Proses pemusnahan berjalan aman dan tertib, dilakukan dengan pendekatan humanis serta tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat sekitar. Lahan yang diserahkan akan segera direstorasi untuk memulihkan kembali fungsi ekologisnya.

Ini adalah bagian dari perjalanan panjang memulihkan hutan. Kita terus bekerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat untuk menjaga Tesso Nilo tetap hidup,” ungkap Prof. Satyawan Pudyatmoko.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png