HUT ke-8 SSB Laskar Belia Siak
SIAK – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8, Sekolah Sepak Bola (SSB) Laskar Belia Siak menggelar open turnamen sepak bola usia dini. Sabtu (13/9).
Tercatat 48 klub dari berbagai daerah ikut serta, yakni 24 tim usia U-10 dan 24 tim usia U-12 yang berasal dari Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Rokan Hulu, serta Pelalawan.
Turnamen ini resmi digelar di Lapangan Sepak Bola Siak pada akhir pekan, Sabtu (13/9) dengan memperebutkan piala, medali, serta uang pembinaan.
Ajang ini sekaligus menjadi momen untuk mencari bibit-bibit pesepakbola masa depan dari Kabupaten Siak maupun Provinsi Riau.
Presiden SSB Laskar Belia Siak, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar seremonial ulang tahun, melainkan bentuk komitmen untuk membangun generasi sepak bola sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak punya wadah, tempat berkompetisi sehat, dan kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka. Dari sini kita berharap lahir talenta-talenta terbaik pesepakbola untuk Siak dan Riau,”ujarnya.
Rencananya, turnamen akan dibuka langsung oleh Bupati Siak, Afni, namun karena padatnya agenda, beliau berhalangan hadir.
Meski demikian, Bupati menitipkan pesan khusus agar seluruh anak-anak tetap semangat dalam bertanding dan menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga.
“Yang penting bermainlah dengan gembira, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah berhenti bermimpi menjadi pemain hebat,” pesan Bupati yang disampaikan melalui panitia.
Suasana perayaan semakin khidmat dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng. Acara simbolis tersebut diwakili oleh Roby Cahyadi, pemilik SSB RBS Koto Gasib sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Siak.
Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sepak bola usia dini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk unsur legislatif.
Rahmad Hidayat juga bilang, bahwa sepak bola adalah olahraga rakyat yang mampu menyatukan semua unsur dan kalangan.
Melalui turnamen ini, Laskar Belia berharap bisa menumbuhkan karakter positif pada anak-anak.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi soal disiplin, kerja sama tim, dan mental juara. Nilai-nilai inilah yang ingin kita tanamkan sejak dini,” jelasnya.
Selain kompetisi, turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-SSB. Klub-klub yang hadir dari berbagai daerah bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan mengukur kemampuan. Hal ini menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola usia muda di Riau.
Semangat pertandingan dipastikan berlangsung meriah, dengan dukungan para orang tua dan masyarakat yang antusias menyaksikan anak-anak mereka berlaga.
Riuh tepuk tangan dan sorakan penyemangat di pinggir lapangan diharapkan semakin menambah motivasi para pemain cilik untuk menunjukkan permainan terbaik mereka.
Rahmad Hidayat menegaskan bahwa SSB Laskar Belia Siak akan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan berkelanjutan.
“Kami percaya, masa depan sepak bola Siak dan Riau ada di tangan anak-anak ini. Dengan turnamen rutin, insyaAllah kita bisa melahirkan bintang lapangan hijau yang kelak membawa harum nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya menyudahi.








