Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Polda Riau Tegas Tindak Pelaku Anarkis di Kuansing: Kami Tak Akan Toleransi Perusakan Hukum dan Lingkungan

Polda Riau Tegas Tindak Pelaku Anarkis di Kuansing: Kami Tak Akan Toleransi Perusakan Hukum dan Lingkungan
{"data":{},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"capability_name":"retouch_edit_tool","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","source_type":"vicut"}","source_type":"vicut","editType":"image_edit","exportType":"image_export","pictureId":"B1DE750D-6A86-408B-8C74-3D2E845E6158"}

PEKANBARUKepolisian Daerah (Polda) Riau mengeluarkan pernyataan keras menyusul aksi anarkis yang meletus saat operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (7/10).

Kerusuhan tersebut menyebabkan enam kendaraan dinas rusak dan satu sepeda motor dibakar oleh massa yang diduga diprovokasi oleh pemilik rakit PETI.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan hukum serta melindungi lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

Kami mengecam keras tindakan anarkis dan perusakan fasilitas negara. Itu adalah tindak pidana dan pasti akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya di Pekanbaru, Selasa malam.

Operasi penertiban ini diawali dengan apel pasukan gabungan di Mapolres Kuansing sekitar pukul 08.15 WIB, dipimpin oleh Kapolres Kuansing AKBP Ricky Pratidiningrat bersama Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby.

Sebanyak 149 personel diterjunkan, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, dan Dit Polairud Polda Riau.

“Pasukan dibagi dua: tim air menggunakan delapan rubber boat menyusuri Sungai Kuantan, dan tim darat mengamankan jalur darat,” papar Kombes Anom.

Hingga tengah hari, petugas berhasil memusnahkan 43 unit rakit PETI di kawasan Desa Pulau Bayur. Namun situasi berubah panas sekitar pukul 13.40 WIB, ketika sekelompok warga yang menolak operasi datang dan menyerang petugas dengan batu.

Bentrokan tak terhindarkan. Enam kendaraan dinas rusak, termasuk mobil Kapolres dan truk Polairud. Satu sepeda motor juga dibakar massa,” jelasnya.

Dalam insiden tersebut, seorang wartawan media daring turut menjadi korban luka ringan akibat terkena lemparan batu saat berlindung di mobil Kapolres. Demi mencegah bentrokan yang lebih luas, pasukan gabungan akhirnya mundur taktis ke Mapolsek Cerenti.

“Keselamatan personel dan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tambah Kabid Humas.

Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan, setelah menerima laporan perlawanan tersebut, langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pelaku perusakan dan kekerasan terhadap wartawan.

Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mencoba menghalangi penegakan hukum. Kami akan usut sampai tuntas,” tegas Kapolda melalui keterangan tertulisnya.

Polda Riau kini telah menginventarisasi seluruh kerusakan kendaraan dinas sebagai dasar penegakan hukum dan perbaikan sarana operasional. Selain itu, patroli rutin diperkuat di wilayah Cerenti, dan koordinasi dilakukan dengan tokoh adat, agama, serta masyarakat guna meredam provokasi dan menjaga situasi tetap kondusif.

Kombes Anom juga menegaskan bahwa langkah Polda Riau tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga mendorong solusi jangka panjang.

Kami ingin masyarakat bisa menambang secara legal. Pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) akan menjadi solusi agar ekonomi tetap berjalan tanpa merusak alam,” ujarnya.

Ia juga bilang, bahwa edukasi publik tentang bahaya PETI terhadap lingkungan akan digencarkan.

Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Ricky Pratidiningrat memastikan kondisi saat ini telah terkendali.

Tidak ada korban jiwa. Sebagian besar masyarakat justru mendukung penertiban PETI karena sadar dampaknya bagi sungai dan kehidupan mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama Pemkab Kuansing dan aparat gabungan tetap berkomitmen menjaga hukum, keamanan, dan kelestarian alam.

58 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png